Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Australia Tergilincir, Data Pengangguran Semakin Meningkat

Dolar Australia Tergilincir, Data Pengangguran Semakin Meningkat

600
0

Dolar Australia sudah sempat melejit cepat pada Dolar AS dalam perdagangan session Asia 21/3. Akan tetapi, gerakan AUD/USD langsung terbanting jatuh kembali pada angka 0.7113 pada awal session New York.

 

Masalahnya Aussie masih tetap dibelit beberapa permasalahan ekonomi domestik, sedang negosiasi perdagangan Amerika Serikat serta China kembali alami masalah berarti.

 

Tadi pagi, Australian Bureau of Statistics ABS memberikan laporan jika tingkat pengangguran sudah jatuh dari 5 % jadi 4.9 % pada bulan Februari.

 

Ini adalah kapasitas terunggul data ketenagakerjaan Australia semenjak tahun 2011. Akan tetapi, elemen yang lain dalam laporan yang sama malah menyedihkan.

 

Data Employment Change tunjukkan jika bertambahnya pekerjaan baru cuma sampai 4,600 dalam bulan Februari. Angka itu sangat jauh dibawah kenaikan 38,300 pada bulan Januari ataupun perkiraan awal yang dibanderol pada 14,800.

 

Lebih mencemaskan kembali, pekerjaan penuh waktu turun sebesar 7,300, sedang pekerjaan seseparuh sesi malah bertambah 11,900. Tingkat keterlibatan angkatan kerja pun selip dari 65.7 % jadi 65.5 %.

 

David Cottle dari DailyFX menjelaskan, Secara keseluruhnya, ini adalah data yang cukup beraneka ragam. Akan tetapi, ini launching sesudah kapasitas begitu bagus pada bulan kemarin, serta sangat awal untuk menjelaskan adakah yang salah dalam mesin penciptaan lapangan kerja Australia yang sudah lama kuat.

 

Dalam grafik harian, AUD/USD masih ada dalam channel trend alami penurunan yang terlihat semenjak awal tahun kemarin, sebab suku bunga Australia masih pada posisi terendahnya, sedang Federal Reserve AS sudah meningkatkan suku bunganya.

 

Dalam pengakuan kebijaksanaan terbarunya, Federal Reserve memberikan indikasi jika mereka tidak akan meningkatkan suku bunga kembali dalam tahun ini.

 

Akan tetapi, sebelumnya RBA sudah mengaku jika keadaan ekonomi Australia cukup seret serta suku bunga bisa saja dipangkas. Inflasi masih tetap lemah, hingga perbaikan bidang ketenagakerjaan saja akan susah melakukan perbaikan iklim ekonomi Australia.

 

Nilai tukar Dolar Australia dapat ikut jika AS serta China sukses sampai persetujuan dalam tempo dekat. Akan tetapi, berita paling baru mengatakan jika Donald Trump akan menjaga bea import tinggi yang diterapkannya atas produk China, sebab memandang Beijing tidak miliki niat baik untuk penuhi persetujuan yang peluang akan di tandatangani pada ke-2 pihak.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses