Dolar Australia turun sebesar 0.3 % ke 0.7165 pada Dolar AS pada session Eropa hari Rabu ini 27/2, sesudah launching data kapasitas bidang konstruksi kuartal IV/2018 pada session Asia.
Aussie masih tetap mengungguli Dolar Kiwi sebab data neraca perdagangan New Zealand yang sangat menyedihkan, tapi data konstruksi menggarisbawahi hilangnya momen perkembangan di negeri Kanguru.
Australian Bureau of Statistics menginformasikan jika jumlahnya pekerjaan konstruksi yang sudah dituntaskan Construction Work Done saat kuartal ke empat tahun 2018 turun 3.1 % Quarter-over-Quarter.
Angka itu lebih jelek daripada penurunan 2.8 % pada periode awal mulanya. Walau sebenarnya, aktor pasar awalannya memprediksi data akan bertambah sebesar 0.6 %.
Data itu menimbulkan kebimbangan aktor pasar pada optimisme yang dipertunjukkan oleh bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA dalam pengakuan kebijaksanaan mereka awal mulanya.
Outlook ekonomi Australia peluang lebih jelek dari harapan RBA, serta oleh karenanya jadi probabilitas pemangkasan suku bunga bisa saja semakin besar.
Aktivitas konstruksi Australia…akan jadi beban buat perkembangan Produk Domestik Bruto PDB, papar analis dari ANZ Bank dalam satu catatan buat client.
Sambungnya, Meskipun ada beberapa pekerjaan yang lumayan besar mengantri buat konstruksi residensial serta tehnik sipil, tapi pelemahan pada paruh ke-2 tahun 2018 lebih riil dibanding harapan kami.
Apabila perihal ini ke arah pada pembalikan siklus yang lebih awal serta lebih tajam dibanding prediksi kami awal mulanya, jadi itu akan memberikan indikasi resiko penurunan buat outlook ekonomi kami.
Laporan PDB Australia untuk kuartal IV/2018 akan launching pada tanggal 6 Maret yang akan datang. Data itu diekspektasikan akan mencatat perkembangan tahunan pada 2.7 % dikit lebih rendah dari perolehan setinggi 2.8 % pada kuartal III/2018.
Jika laju perkembangan PDB nyatanya lebih lamban dari harapan itu, maka terbukalah probabilitas pelonggaran kebijaksanaan moneter yang sudah sempat dijelaskan oleh RBA saat rapat awal bulan ini.
Seperti didapati, pelonggaran kebijaksanaan moneter bank sentra umumnya dikerjakan dengan memotong suku bunga atau meluncurkan stimulus moneter. Aksi itu bisa berefek pada meningkatnya jumlahnya uang tersebar, hingga turunkan nilai ganti mata uang pada valutas asing.






