Dolar Australia roboh dua hari berturut-turut pada Dolar AS, walau volatilitas pasar relatif setelah berlibur paskah. Saata berita ditulis pada pertengahan session Eropa hari Selasa 23/4, pasangan mata uang AUD/USD sudah mencatat penurunan harian lebih dari 0.30 % ke posisi 0.7112.
Analis mensinyalir jika pelemahan dikarenakan oleh harapan penghentian stimulus oleh pemerintah China yang merubah harga aset-aset keuangan berkaitan.
Semenjak awal minggu , belumlah ada agenda launching berita ekonomi baru dari Australia. Publikasi data Existing Home Sales dari Amerika Serikat tempo hari malam pun condong negatif buat USD, hingga seharusnya tidak mendesak mata uang lawannya.
Searah dengan latar belakang, analis memprediksi jika Dolar Australia terdampak oleh pelemahan saham-saham China serta koreksi yang dihadapi oleh Yuan, sesudah Beijing memberikan laporan jika perekonomian tunjukkan kapasitas lebih baik dibanding harapan saat kuartal I/2019.
Briefing dari pemerintah China mengatakan jika perekonomian mempunyai permulaan bagus tahun serta lebih baik dari harapan. Karena itu mereka kembali lebih bullish tentang perekonomian serta kurang dovish dalam kebijaksanaan moneter.
Mereka sudah menyarankan supaya lebih konsentrasi pada penambahan efisiensi stimulus fiskal serta menggerakkan reformasi struktural ke depan, kata analis dari Nomura, pada Business Insider Australia.
Sambungnya, Pasar dapat mengartikan briefing Politburo menjadi penutuoa dari stimulus moneter Beijing serta dapat kembali bearish dengan relevan pada harga beberapa type asset keuangan.
Di luar unsur itu, investor serta trader pun masih tetap dikuasai oleh isu pengetatan sangsi Amerika Serikat pada Iran yang punya potensi menyulitkan perundingan perdagangan AS dengan beberapa negara Asia, termasuk juga China.
Mengakibatkan, walau harga minyak serta bijih besi bertambah pada awal minggu , tapi Dolar Australia tidak berhasil ikut.
Di hari Rabu besok, Australia akan melaunching data CPI yang direncanakan melambat dari 1.8 % jadi 1.5 % YoY pada kuartal pertama tahun . Angka yang lebih baik dari harapan punya potensi mendongrak kembali Aussie.
Tetapi, angka dibawah harapan bisa saja menyebabkan tanggapan lebih relevan dari aktor pasar, sebab bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA sudah mengatakan jika pergantian suku bunga selanjutnya dapat naik ataupun turun.






