Pasangan Dolar Australia/Dolar mencatatkan prestasi impresif dalam perdagangan hari ini 19/3. Setelah Bank Central Australia merilis peluncuran program quantitative easing yang pertama kalinya.
Pasangan Dolar Australia/dolar bergerak naik secara drastis, Dolar Australia sempat bergerak zona negatif sejak 17 tahun dalam perdagangan, berada di posisi 0.5508.
Namun tidak lama kemudian bergerak naik mencapai posisi 0.5876 memasuki perdagangan sesi awal New York.
Dalam perdagangan tadi pagi Bank Central australia merilis pengurangan suku bunga acuan final sebesar 0,5%.
Terjadinya sebagai rekor dari suku bunga paling rendah dalam sejarah, bahkan Berada di posisi terendah yang telah diberlakukan pihak bank sentral australia dan belum pasti kapan kondisi ini akan berakhir.
Di waktu yang sama Bank Sentral Australia juga merilis kebijakan langkah dari Quantitatif Easing Tanpa ada batas waktu berakhir atau pergantian kebijakan sebagai tujuan dari pihak Australia menjaga obligasi pemerintah Australia secara 3 tahunan Berada di posisi 0. 25%.
Philip Lowe pelaku Gubernur Bank Sentral, Ia menjelaskan terkait sistem keuangan Australia yang saat ini masih cukup kuat menghadapi semakin besarnya dampak dari virus korona dan krisis pada saat ini.
Tidak hanya itu mereka saat ini menambah likuiditas demi menanggulangi dampak dari endemi virus Corona.
Selain itu mereka juga membuat target yang lebih jauh lagi dengan menyediakan beberapa fasilitas pinjaman dari jangka pendek maupun jangka panjang yang dikeluarkan dari perbankkan Australia untuk penyaluran kredit UKM salah satu pihak yang terkena dampak paling buruk.
Efek dari virus Corona di Australia menyebabkan kesehatan pabrik kondisi ini sebagai pengaruh terbesar pada perekonomian dan sistem keuangan di Australia.
Semakin meluasnya wabah virus Corona beberapa beberapa negara memberlakukan kebijakan tidak boleh keluar jika tidak berkepentingan.
Selain itu beberapa negara mengekang pergerakan orang-orang dari perbedaan wilayah atau sebagai penerapan kebijakan sosial dispensing yang membatasi pergerakan di dalam negara dan pergerakan di dalam kota.
Hal itu menyebabkan disrupsi besar dan tidak berkembangnya ke ekonomi, kondisi ini masih belum bisa dipastikan kapan akan berakhir yang bisa dilakukan hanya mencegah dan membendung virus agar tidak semakin meluas.






