Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Australia Melemah, AS Menolak Isu Import

Dolar Australia Melemah, AS Menolak Isu Import

768
0
Close-up, senior female hands taking Australian banknotes (cash, currency) from purse containing many credit cards. Horizontal, studio, copy space.

Dalam perdagangan hari ini dolar Australia bergerak menurun di 0.15 % ke posisi 0.7183 pada Dolar AS pada awal session Eropa hari Jumat 18/1, sesudah sudah sempat dilonjakkan sekejap oleh isu mengenai tarif import AS dengan China pada session Asia.

 

Mata uang sangat peka pada minat resiko pasar ini pula mundur dari posisi paling tinggi satu pekan pada Dolar New Zealand ke posisi 1.0626, meskipun tidak ada agenda publikasi data ekonomi berefek tinggi dari ke-2 lokasi.

 

Barusan pagi, alat Wall Street Journal melaunching laporan jika Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin tengah memperhitungkan peluang memotong tarif import atas beberapa produk China untuk menentramkan pasar keuangan AS yang naik-turun.

 

Pasar saham AS langsung melompat sesudah beredarnya laporan itu, tapi langsung terjatuh kembali sesudah Departemen Keuangan mengemukakan bantahan mereka.

 

Seseorang jubir Departemen Keuangan AS menjelaskan, baik Mnuchin ataupun perwakilan dagang AS, Robert Lighthizer, belum pernah memberi referensi apa pun berkaitan tarif import atau segi lainnya dalam negosiasi dengan China. Diluar itu, mereka menyatakan kembali jika delegasi kedua pihak masih tetap berjalan.

 

Selain itu, Pemerintah China mengonfirmasi jika Wakil Perdana Menteri Liu He akan bertandang ke Washington di akhir bulan ini untuk mengawali ronde baru dalam negosiasi perdagangan AS-China serta berusaha sampai persetujuan sebelum deadline 1 Maret.

 

Donald Trump sudah mengatakan akan meningkatkan tarif import atas beberapa produk China bila ke-2 pihak belumlah dapat sampai persetujuan pada tanggal itu.

 

Dolar Australia adalah mata uang yang sangat peka pada perseteruan perdagangan AS-China. Perihal ini karena jalinan dekatnya dengan ke-2 negara, tingginya ketergantungan negeri Kanguru pada bidang perdagangan luar negeri, serta statusnya menjadi mata uang mayor berbeta tinggi.

 

Di dalam tiadanya agenda launching data terpenting dari Australia, mata uang AUD selalu didikte oleh beberapa faktor external seperti ini.

 

Minggu kedepan, Australia diskedulkan cuma melaunching satu paket data berefek tinggi, yaitu Employment Change pergantian jumlahnya pekerjaan untuk periode hitungan bulan Desember. Sesudah data bulan November direvisi naik jadi 37.0k, Employment Change diprediksikan turun jadi 16.5k di akhir tahun 2018.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses