Pasar uang tahun ini membuat Dolar Australia selalu meroket mulai sejak awal Desember, menguat 8, 44% pada dolar AS sampai minggu kemarin.
Kondisi tersebut disuport oleh melemahnya greenback, dari harga komoditas yang lebih tinggi, sentimen investor yang makin positif serta harapan yang tumbuh kalau RBA juga akan mulai menambah suku bunga tahun ini, AUD/USD sekarang ini ada di dekat $0, 8134, level teratas mulai sejak Mei 2015, yang disentuh di minggu kemarin.
Beberapa pengamat lihat trend naik pasangan mata uang itu masih tetap juga akan berlanjut. Tetapi, sementara yang beda makin bullish pada prospek Aussie, Bill Evans, Chief Economist di Westpac, malah berpandangan bearish.
Menurut dia, Aussie yang terbang tinggi juga akan didera turbulensi yang penting serta ia memprediksi dolar Australia juga akan turun jadi 72 sen AS (AUD/USD = $0, 7200) sebelumnya tahun ini selesai, yang berarti penurunan lebih dari 10% dari level saat ini.
berdasar dari pandangan Evans nyatanya sederhana saja. Menurut dia, ketidaksamaan suku bunga pada AS serta Australia juga akan jauh semakin besar dari yang diprediksikan pasar sekarang ini. Bersamaan dengan harapan kalau harga komoditas juga akan terkoreksi sebesar 20%, dia menyebutkan koreksi itu juga akan membalikkan rally Aussie.
” Pasar menghadapi kalau ketidaksamaan yield pada suku bunga overnight Australia serta suku bunga AS juga akan ada di sekitaran -28 basis point pada akhir 2018, sedang Westpac memprediksi ketidaksamaan sebesar -62 basis point, ” kata Evans.
Menolong menerangkan kenapa menurut dia spread pada yield overnight AS serta Australia juga akan jauh semakin besar dari perkiraan pasar sekarang ini, Evans menyebutkan kalau Federal Reserve AS juga akan menambah suku bunga 3x tahun ini.
Jadi respon pada pelemahan beberapa waktu terakhir dalam USD serta akibat yang diinginkan pada investasi usaha dari paket pajak baru AS, pihaknya sudah menambah perkiraan perkembangan ekonomi AS jadi 2, 5% dari 2, 2% di tahun 2018.
” Tarif pajak yang lebih rendah, USD yang lebih rendah serta kenaikan 6% selanjutnya di bursa saham AS sudah secara cepat memudahkan keadaan keuangan walau tingkat suku bunga obligasi yang lebih tinggi, buka jalan untuk naiknya suku bunga The Fed pada bulan Maret, ” terang Evans.
Evans juga memprediksi kenaikan suku bunga penambahan juga akan di sampaikan oleh The Fed pada bulan Juni serta September tahun ini.
Demikian sebaliknya, karena The Fed menambah suku bunga dengan cukup agresif, Evans menyebutkan kalau RBA juga akan menjaga tingkat suku bunga tidak beralih sebesar 1, 5%, beberapa jadi tanggapan pada pelemahan harga komoditas yang juga akan berlangsung.
” Westpac menjaga perkiraannya kalau RBA tetaplah bertahan sampai 2018 sementara kami menjaga perkiraan akhir 2018 terhadap Indeks Harga Komoditas yang masih tetap tunjukkan sekitaran penurunan 20% indeks itu, ” tuturnya.
Disamping itu, menurut Thomson Reuters, prediksi median beberapa analis yang disurveinya yaitu AUD/USD untuk tutup tahun 2018 di 77 sen AS (AUD/USD = $0, 7700).






