
Australia's Reserve Bank Assistant Governor of Business Services Lindsay Boulton uses an ultraviolet light to display security features of the new A$10 bank note on the first day of its introduction into the Australian economy in Sydney, Australia, September 20, 2017. REUTERS/Jason Reed
Dolar Australia turun lebih dari 0.5 % ke 0.7075 pada Dolar AS dalam perdagangan session Asia hari Selasa 2/4. Pengumuman paling baru RBA menghidupkan kembali spekulasi tentang probabilitas pemangkasan suku bunga dalam tahun ini, hingga menggerakkan pelemahan Aussie pada sejumlah besar mata uang mayor yang lain.
Pasangan AUD/NZD pada awal session Eropa pula alami penurunan seputar 0.1 % ke posisi 1.0440. Dalam rapat kebijaksanaan moneter ini hari, RBA akan memutuskan untuk menjaga suku bunga masih pada posisi 1.5 %.
Faktanya, mereka memandang outlook perekonomian global dipandang masih tetap baik walau berlangsung perlambatan. Ketetapan itu sesuai harapan 22 ekonom yang disurvei oleh Reuters awal mulanya.
Gubernur RBA Philip Lowe menjelaskan, Rendahnya tingkat suku bunga selalu memberi dukungan perekonomian Australia. Diekspektasikan akan ada perkembangan setelah itu dalam usaha kurangi pengangguran serta kembalikan laju inflasi sesuai dengan tujuan, walau perkembangan ini peluang akan berlangsung setahap.
GDP Australia belakangan ini memvisualisasikan situasi ekonomi yang lebih lemah, tapi data bidang ketenagakerjaan masih solid. Lepas dari itu, dia tidak meniadakan prospek pemangkasan suku bunga yang sudah sempat ditampilkan dalam pengakuan saat rapat RBA bulan Februari kemarin.
Data Bloomberg paling baru tunjukkan jika aktor pasar memprediksi ada 75 % peluang akan berlangsungnya pemangkasan suku bunga oleh RBA di akhir tahun 2019. Sebelum peristiwa itu, RBA bisa jadi selalu menjaga tingkat suku bunga sekarang ini.
Pimpinan ekonom ING Asia-Pasifik, Robert Carnell, menjelaskan, Termoderasinya penurunan harga perumahan tempo hari, serta perbaikan sentimen usaha, dengan outlook yang lebih positif dari China, bermakna jika kita masih tetap melihat ‘suku bunga masih dalam tempo dekat’ adalah hasil yang sangat mungkin berlangsung.
Tidak hanya bank sentra Australia, beberapa bank sentra mayor lainnya pula sudah mengemukakan probabilitas pelonggaran moneter dalam tahun ini.
Minggu kemarin, pengakuan dovish bank sentra New Zealand sudah menyebabkan penurunan mencolok pada Aussie serta Kiwi karena outlook ekonomi ke-2 negara yang saling miliki eksposur besar pada bidang export.





