DXY melemah seputar 0.2 % di rata-rata 97.00 dalam perdagangan hari Senin ini 16/12, bersamaan bertambahnya ketertarikan efek pasar serta kenaikan bursa ekuitas dunia.
Memasuki awal session New York, Dolar AS terlihat melemah pada semua mata uang mayor serta Yuan China. Persetujuan dagang AS-China yang terwujud di akhir minggu tempo hari jadi perhatian trader serta investor.
Mendekati penutupan pasar hari Jumat lalu, petinggi AS serta China menginformasikan jika kedua pihak sudah menyetujui garis besar persetujuan dagang fase-1.
Persetujuan itu belum di tandatangani, tapi berisi penangguhan gagasan kenaikan biaya import 15 % pada USD160 Miliar produk asal China yang awalnya akan diresmikan oleh AS pada tanggal 15 Desember 2019.
Dengan begitu, eskalasi perang dagang bisa dijauhi untuk sesaat waktu, sedang optimisme pasar pada potensial perkembangan ekonomi global kembali membuncah.
Tidak hanya berisi penangguhan gagasan kenaikan biaya, persetujuan dagang fase-1 berisi kesepakatan AS untuk kurangi biaya import pada USD120 Miliar produk asal China dari 15 % jadi 7.5 %.
Di lain sisi, China bersedia meningkatkan pembelian produk agri serta daya dari AS dalam jumlahnya yang belum disebut, dan melakukan reformasi dalam bagian perlindungan hak kekayaan cendekiawan.
Mencegah pemalsuan produk AS, serta transfer tehnologi paksa. Beijing janji akan lakukan beberapa langkah untuk menghindarkan kecurangan mata uang .
Perwakilan dagang AS Robert Lighthizer menjelaskan jika persetujuan ini telah sepenuhnya selesai meskipun masih dibutuhkan beberapa koreksi.
Penasehat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyaratkan proses koreksi serta penerjemahan persetujuan akan memakan waktu sepanjang beberapa minggu ke depan.
Trader serta investor memberi respon persetujuan dagang fase-1 dengan girang. Bursa saham AS ditutup pada rekor tinggi baru di akhir minggu lalu, sesaat bursa Eropa solid mendaki dalam perdagangan ini hari.
Ketertarikan beli pada aset-aset safe haven menyusut, hingga Dolar AS melemah pada mata uang beresiko tambah tinggi. Tetapi, beberapa analis memperingatkan jika persetujuan ini belum final.
Ini berita bagus, tapi kita belum dapat merayakannya, kata Mark Mobius, seperti diambil oleh Reuters, Masih ada lebih banyak point yang butuh dirundingkan ke depan.






