Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Tidak Stabil Akibat Kebijakan Dari Tiongkok

Dolar AS Tidak Stabil Akibat Kebijakan Dari Tiongkok

747
0

Sampai awal perdagangan session New York Senin ini 24 September, Dolar AS belumlah dapat bangun dari kemerosotan di posisi paling rendah semenjak Juli 2018. Indeks Dolar AS terpantau sideways dekat posisi 94.00,sedangkan mata uang yang lain hari ini bergerak ke zona positif.

 

Waktu berita ditulis, pasangan EUR/USD bergerak ranging di rata-rata 1.1755, sesaat USD/JPY juga loyo dekat 112.60 sebab bursa-bursa Jepang tengah libur perayaan pertengahan musim gugur.

 

GBP/USD jadi Top Skor dengan melonjak 0.56 %; tapi AUD/USD serta NZD/USD terhantam oleh berita jika Tiongkok membatalkan negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.

 

Media internasional terpenting, Wall Street Journal, memberikan laporan jika Tiongkok sedianya akan membuat negosiasi perdagangan dengan AS, bertepatan dengan kunjungan Wakil Perdana Menteri Liu He ke Washington minggu ini. Akan tetapi, jadwal itu sekonyong-konyong dibatalkan.

 

Pintu diskusi tentang perdagangan tetap terbuka, tapi negosiasi mesti diselenggarakan dalam keadaan usaha menghormati yang timbal balik, papar kantor berita Xinhua. Selanjutnya lagi, disebutkan jika negosiasi tidak bisa diselenggarakan dibawah ancaman tarif import.

 

Minggu lantas, Presiden AS Donald Trump mengaplikasikan tarif sebesar 10 % pada USD200 Milyar produk Tiongkok lagi, serta meneror akan menaikkannya sampai 25 % di akhir tahun.

 

Menanggapi cara barusan, Beijing mengaplikasikan 10 % tarif juga atas USD60 Milyar produk AS. Bea import 10 % yang dipasang Tiongkok itu lebih rendah dari harapan pasar yang sebesar 25 %, hingga sudah sempat membuat aktor pasar menduga jika ketegangan telah mereda.

 

Pembatalan negosiasi mendadak ini memberikan indikasi jika ketegangan pada ke-2 negara belum tuntas kurun waktu dekat.

 

Akan tetapi, minggu ini, perhatian investor serta trader peluang semakin lebih fokus pada rapat dewan kebijakan moneter bank sentra AS (FOMC Meeting) yang akan diselenggarakan tgl 25-26 September.

 

Dalam pengumuman saat rapat pada 27 September pagi hari ini, FOMC diekspektasikan akan menginformasikan kenaikan suku bunga lagi sebesar 25 basis point.

 

Pasar sudah lama mempertimbangkan kebijakan ini, hingga bila terealisasikan jadi takkan berefek besar. Demikian sebaliknya, bila sampai batal terwujud, jadi Dolar AS dapat terpukul semakin dalam.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses