Dalam perdagangan sesi hari Kamis, pasar Eropa yang baru bereaksi pada FOMC meeting minutes yang dilaunching pada Kamis awal hari, bereaksi negatif pada dolar AS. Greenback kembali terpukul di dalam volume perdagangan yang tipis serta pasar AS yang ditutup untuk perayaan hari Thanksgiving.
Indeks Dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada perdagangan yang tertimbang enam mata uang paling utama, selesai turun 0, 1% jadi 93, 03 sesudah pernah ada di 92, 99.
Dolar AS tetaplah di alur pelemahan sesudah risalah dari pertemuan bulan November Federal Reserve yang memerlihatkan kalau beberapa petinggi bank sentral itu cemas kalau inflasi juga akan tetaplah dibawah sasaran 2% lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Sentimen itu digaungkan dari Ketua Fed Janet Yellen dalam satu pidato diawal minggu ini, waktu dia menyebutkan kalau dia tidak percaya dengan inflasi.
Dalam pernyataan sang ketua yang sebentar sekali lagi juga akan lengser itu membebani dolar AS karena beberapa investor juga selekasnya turunkan harapan mereka untuk kenaikan suku bunga selanjutnya di tahun 2018. Tetapi pasar tetaplah percaya suku bunga The Fed juga akan tetaplah naik pada bulan Desember.
Dolar AS ada di tempat paling rendah dua bulan pada yen, dengan USD/JPY selesai naik tidak tebal 0, 01% jadi 111, 20 sesudah turun ke level 111, 05 semalam.
Disamping itu euro menguat, dengan EUR/USD bergerak naik 0, 50% dengan level penutupan di $1, 1850. Penguatan euro dipicu oleh satu data hari Kamis yang tunjukkan kalau output bidang swasta zone euro naik pada laju paling cepat dalam enam 1/2 tahun di bulan November.
Dalam satu laporan terpisah, dari risalah rapat Bank Sentral Eropa ECB dalam bulan Oktober tunjukkan kalau beberapa pembuat kebijakan menyepakati satu ketentuan untuk perpanjang waktu program pembelian asetnya, tetapi akhirnya tidak bulat dalam melindungi skema itu tetaplah terbuka.
Disamping itu, sterling masih sedikit tertekan pada dolar AS, dengan GBP/USD dalam sesi penutupan menurun 0, 12% di $1, 3310.
Hari ini masih tetap ada dua data yang punya potensi menggairahkan bursa forex yakni German Ifo Business Climate yang diprediksikan turun dari 116, 7 ke 116, 6 serta data U. S. Flash Manufacturing and Services PMI yang diprediksikan naik.






