Beranda Analisa Forex Dolar AS Tertekan Pada Saat Gejolak Demo AS

Dolar AS Tertekan Pada Saat Gejolak Demo AS

535
0

DXY tersuruk di rekor paling rendah semenjak tengah Maret 2020 dalam perdagangan ini hari 2/6.

Kepercayaan diri pemulihan ekonomi global menggerakkan aktor pasar mempunyai beberapa aset beresiko semakin tinggi, tapi intimidasi eskalasi perselisihan AS-China terus disoroti pasar.

Disamping itu, Greenback dibayangi oleh meluasnya demo yang bentrokan dengan polisi di beberapa kota penting Amerika Serikat.

Minggu kemarin, Amerika Serikat gempar karena tersebarnya video yang memperlihatkan pembunuhan George Floyd, seorang kulit hitam, oleh polisi berkulit putih di Minneapolis.

Video itu memantik gelombang demo anti-rasisme serta anti-kekerasan polisi di beberapa kota. Awal minggu ini, demonstrasi menjadi pengacau dengan pembakaran mobil serta penjarahan beberapa toko.

Menyikapi eskalasi keadaan ini, kepolisian tembakkan gas air mata serta peluru karet ke keramaian massa. Tuduhan kekerasan polisi makin bertambah, sesaat kota-kota mulai menetapkan jam malam.

Tetapi, Presiden Donald Trump justru menyarankan supaya faksi berkuasa berlaku semakin keras untuk menumpas pengacau. Dia menjelaskan akan menerjunkan militer bersenjata bila kekacauan tidak selekasnya berkurang.

Tanggapan Trump hadapi kritikan dari beberapa faksi, termasuk juga beberapa gubernur negara sisi.

Sikap konfrontatif dicemaskan akan makin jadi memperburuk keadaan, walau gelombang demo pengacau ini diprediksikan belum menganggu outlook ekonomi negeri Paman Sam.

Ditambah lagi pergolakan peluang terus berjalan sampai diadakannya pemilu presiden AS pada kuartal empat.

Paul Nolte dari Kingsview Asset Management menjelaskan, Umumnya investor menjelaskan protes itu tidak merusak perekonomian. Itu satu rintangan, tapi tidak sebesar pandemi.

Di lain sisi, aktor pasar mengawasi perubahan dari kemelut AS-China. Mengejar ketetapan Trump untuk memutuskan jalinan spesial AS-Hong Kong, Beijing diisukan sudah menitahkan BUMN untuk stop mengimpor beberapa komoditi agri AS, termasuk juga kedelai serta daging babi.

Keadaan pasar keuangan global masih risk-on sesaat Beijing belum sampaikan verifikasi sah berkaitan isu itu.

Ada banyak titik pergolakan prospek, seperti demo AS serta kemelut AS-China. Tetapi, keseluruhannya, pasar masih risk-on dengan cara moderat, kata Kyosuke Suzuki dari Societe Generale.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses