Beranda Tak Berkategori Dolar AS Tergeser FOMC Minutes

Dolar AS Tergeser FOMC Minutes

802
0

Dolar AS terus melemah mendekati pada sesi akhir Rabu hingga pada perdagangan awal hari Kamis menyebabkan risalah dari pertemuan paling akhir Federal Reserve yang masih tunjukkan ketidakpastian tentang kenaikan suku bunga pada bulan Desember.

 

Sedangkan Indeks Dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada perdagangan masih berada diposisi dari enam mata uang paling utama, pada sesi penutupan hari Rabu dengan jumlah penurunan 0,32% berubah menjadi 92,79.

 

Beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve yang sedang alami perbincangan panjang tentang prospek kenaikan inflasi serta juga akan perlambat laju kenaikan dari suku bunga yang akan datang bila inflasi tidak naik, demikian keterangan dari risalah rapat kebijakan paling akhir bank sentral AS tanggal 19-20 September yang dirilis hari Rabu saat AS atau hari Kamis pagi hari tadi.

 

Pembacaan pertemuan itu, yang mana The Fed menginformasikan akan mulai pada buan ini untuk kurangi portofolio obligasi besarnya yang masih dirasa sangat berlebihan menyusul krisis keuangan serta dengan suara bulat pilih untuk menjaga suku bunga sekarang ini, juga tunjukkan kalau petinggi masih sangat yakin tentang dampak ekonomi pada saat diterjang dua badai yang menerjang lokasi selatan serta tenggara AS dalam beberapa waktu terakhir.

 

Seperti beberapa pihak yang mengatakan jika sebelumnya, kalau mereka terus akan konsentrasi dari data inflasi yang masuk dari beberapa bulan ke depan waktu memastikan pergerakan suku bunga yang akan datang.

 

Risalah itu juga mengatakan, “Meski demikian, banyak pembuat kebijakan merasakan jika kenaikan suku bunga yang lainnya dalam tahun ini ‘kemungkinan juga akan dibenarkan’. ”

 

Dalam pertemuan tanggal 19-20 September itu bank sentral AS tidak merubah suku bunganya serta menginformasikan kalau mereka juga akan mulai melepas portofolio dan obligasinya yang besar bulan Oktober.

 

Saat ini nyaris 90% pedagang memprediksi The Fed juga akan naik dalam bulan Desember dibandingkan dengan 80% pada minggu sebelumnya.

 

Diluar itu, dolar AS dalam kondisi tertekan sesudah data menujukkan muncul kekurangan di pasar tenaga kerja. Data Job Openings and Labor Turnover Survey/JOLTs Departemen Tenaga Kerja AS, dari ukuran keinginan tenaga kerja, tunjukkan lowongan pekerjaan pada bulan Agustus turun ke 6,082 juta, dan itu jauh dari harapan yang sebesar 6,125 juta.

 

Aspek beda yang memberikan pengaruh pada beban dolar AS yaitu kenaikan euro sesudah pemimpin Catalonia Carles Puigdemont tunda implementasi deklarasi kemerdekaan untuk meneruskan perundingan dengan Spanyol.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses