Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Tergelincir Bersamaan Konflik Dagang AS dengan China

Dolar AS Tergelincir Bersamaan Konflik Dagang AS dengan China

624
0

Dalam perdagangan hari ini dolar AS bergerak melemah terhadap  mata uang utama lainnya memasuki awal session Eropa Senin 3/Desember, sesudah AS Donald Trump sepakat untuk tunda kenaikan tarif import atas beberapa produk China pada pertemuan G-20 kemarin.

 

DXY dalam perdagangan hari ini turun 0.40 % ke posisi 96.81, pasangan EUR/USD bergerak naik hampir 0.50 % ke  1.370 serta mata uang komoditas yang bergerak naik secara bersamaan.

 

Dalam pertemuan pada ke-2 pemimpin negara di lembaga G-20, China serta AS setuju lakukan gencatan senjata di dalam perang dagang yang sudah mengguncang dunia semenjak awal tahun ini.

 

Trump sepakat tunda kenaikan tarif import atas USD200 Miliar produk China yang sedianya akan diresmikan pada 1 Januari yang akan datang.

 

Di lain sisi, Presiden China Xi Jinping janji akan tingkatkan pembelian China atas beberapa produk Amerika Serikat. Diluar itu, ke-2 negara akan kembali mengadakan negosiasi baru dengan sasaran sampai persetujuan dalam tempo 90 hari ke depan.

 

Minat resiko pasar buat produk finansial yang beresiko tambah tinggi langsung bertambah, karena berita itu. Mata uang-mata uang komoditas panen raya, sesaat Safe Haven dibiarkan pasar.

 

Dolar Australia melejit hampir 1 % ke posisi 0.7375 pada Greenback, NZD/USD kuat 0.50 % ke 0.6913, serta USD/CAD terjerumus 0.74 % ke posisi 1.3192.

 

Kesepakatan perdagangan jelas positif buat minat resiko pasar,kami mengekspektasikan tindakan beli Dolar menjadi Safe Haven untuk menghilang serta mata uang yang beresiko seperti Aussie serta Kiwi untuk naik tambah tinggi, tutur Rodrigo Catril, ahli taktik mata uang senior di National Australian Bank NAB, pada Reuters.

 

Dia ikut mencatat jika mata uang cross seperti Aussie/Yen serta Kiwi/Yen peluang naik tambah tinggi, searah dengan reaksi aktor pasar dalam menyikapi persetujuan pada AS serta China.

 

Namun, beberapa analis mengingatkan jika masih tetap terdapat beberapa permasalahan yang butuh dipecahkan, hingga sentimen resiko positif semacam ini belumlah pasti bersambung dalam periode menengah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses