
DXY turun hampir 1/2 % ke 96.40 memasuki perdagangan session Asia hari ini 10/Desember, sesudah NFP dilaporkan meleset dari harapan di akhir minggu kemarin. DXY bergerak naik ke posisi 96.50.
Memasuki awal session Eropa, tapi masih tetap tertekan sebab buruknya data ketenagakerjaan dipandang seperti tanda jika bank sentra AS Federal Reserve akan berhenti meningkatkan suku bunga.
Data NFP dilaporkan bergerak naik 155,000 bulan November, dibawah harapan ekonom yang dibanderol pada 200,000, meskipun tingkat pengangguran masih pada posisi paling rendah.
Kaitan data itu bertambah, sebab beberapa petinggi Federal Reserve mengemukakan pesan yang mengisyaratkan terdapatnya pergantian outlook ekonomi mengarah yang lebih jelek.
Di hari Jumat, Lael Brainard menjelaskan jika deskripsi ekonomi pada umumnya positif, tapi ada perkembangan resiko di luar negeri serta utang korporasi di negeri.
Partnernya, Presiden Fed St Louis, James Bullard, ikut mengulang kembali himbauannya supaya Fed hentikan menguatnya suku bunga untuk sesaat ini.
Komentar kedua-duanya, ditambah lagi beberapa komentar petinggi lainnya awal mulanya, tingkatkan spekulasi jika Fed akan menggagalkan gagasan menguatnya suku bunga tahun kedepan.
Fed hampir juga bakal meningkatkan suku bunga bulan ini, tapi beberapa orang berfikir jika ini peluang memberikan indikasi mereka takkan tergesa-gesa menaikkannya lebih jauh kembali.
Kewaspadaan seperti ini sudah bertumbuh sesudah launching data NFP, tutur Akinori Fukushima, pimpinan manajer forex di Mitsubishi Trust and Banking, pada Reuters.
Kerisauan itu membuat moment rapat kebijaksanaan monetr Fed FOMC minggu kedepan jadi penting buat pasar forex. Selain itu, beberapa investor memulai kuatir melawan kekuatan imbas jelek ketegangan perdagangan dengan China pada perekonomian AS.
Meskipun Presiden AS Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping sudah menyetujui gencatan senjata saat 90 hari pada awal bulan ini, tapi ketegangan bergolak kembali minggu kemarin sesudah penangkapan Meng Wanzhou, CFO Huawei, di Vancouver atas keinginan Amerika Serikat.
Dia dicekal atas dakwaan pelanggaran hukuman yang dijatuhkan AS atas Iran, tapi otomatis menunjukkan jika AS takkan melonggarkan beberapa tuntutannya buat China di meja negosiasi.





