Untuk saat ini kondisi dolar Amerika Serikat (AS) bisa dikatakan stabil. Di mana secara otomatis para pelaku pasar akan langsung berfokus penuh terhadap komentar terbaru yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell. Dengan komentar yang akan menjadi fokus utama pelaku pasar nanti dari Powell adalah terkait kenaikan suku bunga yang sedang berlangsung dan dampaknya terhadap perekonomian.
Pergerakan Dolar yang Stabil
Yang pasti stabilnya dolar AS terjadi tepat di tengah keputusan Moody’s yang menurunkan peringkat negara utang AS. Dengan alasan utamanya jelas saja karena munculnya kekhawatiran politik dan tata kelola. Sehingga pasar akan secara langsung memahami sinyal-sinyal ekonomi khususnya pada pekan ini, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) hari Selasa dan angka penjualan ritel menjadi pusat perhatian utama.
Dari sini sudah pasti para analis memproyeksikan CPI utama bulan-ke-bulan yang datar, yang tentunya nanti bisa mengakibatkan penurunan tingkat tahun-ke-tahun menjadi 3,3 persen. Kemudian, CPI inti tidak termasuk harga pangan dan energi yang mudah berubah. Ini diprediksi akan bisa tetap stabil di angka 0,3 persen bulan ke bulan atau 4,1 persen tahun-ke-tahun.
Data penjualan ritel yang lemah tentu saja mungkin akan memberikan sinyal kondisi kredit yang lebih ketat. Di mana ini nanti akan memberikan dampak yang begitu terasa bagi konsumen AS. Minggu ini, jelas semua perhatian akan tertuju di San Francisco, tempat di mana nantinya Presiden Joe Biden akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping selama konferensi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasific (APEC).
Pertemuan ini nanti jelas saja terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Hamas dan Israel. Pastinya dengan hal ini banyak pihak yang berharap adanya dialog yang bisa meredakan hubungan antara kedua kekuatan ekonomi tersebut.






