Dalam perdagangan pasar uang Asia Pasifik sampai mendekati siang ini, greenback semakin menunjukkan pergerakan yang lebih baik dan menguat pada saat mendekati launching data tenaga kerja AS nanti malam.
Dalam perdagangan yang sebelumnya, keadaan greenback memberi desakan pada beberapa mata uang utama dunia yang lain, hingga hal seperti ini menyebabkan EURUSD ditutup melemah di posisi 1, 1585.
GBPUSD ditutup melemah di posisi 1, 3018, AUDUSD ditutup melemah di posisi 0, 7362 serta USDJPY ditutup melemah di posisi 111, 64.
Serta untuk perdagangan di pagi hari ini, EURUSD berjalan di posisi 1, 1586, GBPUSD berjalan di posisi 1, 3016, AUDUSD di posisi 0, 7362 serta yen di posisi 111, 70.
Di perdagangan yang sebelumnya, indeks dolar AS diperjualbelikan begitu sukses lebih baik lagi dengan support dari pandangan the Fed yang beralih lebih yakin diri dalam lihat hari esok perekonomian AS hingga ada isyarat naiknya suku bunga selanjutnya di September serta Desember nanti.
Pagi hari kemarin hasil Fed meeting memang tidak mengubah kebijkan suku bunganya, akan tetapi support naiknya suku bunga setelah itu memang cukuplah sukses menggiring pandangan opini penguatan greenback.
Bahkan juga sesudah Bank of England meningkatkan suku bunganya untuk ke-2 kalinya semenjak krisis, tetap harus dolar AS masih tetap menguasai gerakan mata uang utama dunia.
Ditambah lagi data klaim pengangguran mingguan AS masih tetap ada di ruang terbaik dalam 50 tahun paling akhir. Bank of England memang meningkatkan suku bunganya, akan tetapi Mark Carney cemas dengan hari esok ekonomi Inggris mendekati Brexit yang belum juga menentu hasil perundingannya dengan Uni Eropa.
Keadaan ini pasti memberatkan pound. Euro sendiri juga masih tetap malas berjalan positif sesudah permasalahan aturan Italia kembali jadi pertanyaan publik pada stabilitas politik Negeri Pizza itu yang dapat mengguncang konsolidasi partai pemerintah yang telah sulit payah dibuat, hingga terancam pemilu dipercepat.
Keadaan semacam ini pasti bukan berita bagus buat lokasi. Yang sebelumnya Bank of Japan masih tetap menjaga suku bunga rendahnya serta memberi paket stimulus periode panjangnya dan memperbolehkan penjualan obligasinya semakin besar tingkat diskontonya.
Akan Tetapi yen tidak terbantu menguat sangat besar karena pasar berasumsi jika surat hutang Jepang masih tetap kurang menarik untuk dikoleksi periode panjang.
Presiden Trump tengah menyiapkan tarif import baru buat produk asal China sebesar 25% yang awalannya 10% dengan nilai kurang $200 milyar per tahunnya, membuat kondisi perang dagang kembali memanas.
Serta China juga tengah menyiapkan aksi balasannya. Keadaan ini pasti menghadirkan tindakan safe haven dolar yang berlanjut mendekati launching data nonfarm payroll nanti malam.






