Kondisi dari Indeks Dolar AS DXY tergelincir seputar 0.55 % ke posisi 95.73 memasuki pertengahan sesi Eropa Rabu 7/November.
Hasil laporan kemenangan dari Partai Demokrat kuasai nilai tukari sebagian besar di House of Representatives dalam pemilu parlemen dikhawatirkan akan menjegal gagasan stimulus fiskal yang menjadi rencana Presiden Donald Trump serta Partai Republik.
Penguuran dolar AS dari Indeks Dolar AS, terhadap beberapa mata uang mayor, sudah berjalan sideways semenjak awal minggu ini karena merebaknya prediksi kemenangan partai Demokrat dari House of Representatives.
Akan tetapi, penurunan DXY langsung terakselerasi dalam perdagangan hari ini, bersamaan dengan dipublikasikannya hasil hitungan suara serentak.
Sesuai dari lapran hasil hitungan cepat, partai Republik masih akan menguasai Senat Majelis Tinggi di Parlemen AS, akan tapi partai Demokrat akan mengtukarkan House of Representatives Majelis Rendah dalam Parlemen AS.
Kondisi tersebut akan muncuk gagasan perundangan baru ataupun stimulus fiskal yang ingin segera diselesaikan dari Donald Trump kemungkinan akan tidak di setujui dari House of Representatives.
Gagalnya rencana stimulus fiskal penambahan dapat kurangi desakan buat Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunga. Walau sebenarnya, reli Greenback selama tahun ini didukung dari menguatnya suku bunga Federal Reserve serta penambahan penghasilan korporasi AS yang dipacu dari stimulus fiskal Trump.
Ada penambahan anggapan jika ruangan untuk stimulus penambahan buat pemerintahan Trump akan begitu hanya terbatas, serta ini menggerakkan Dolar mengalami penurunan, tutur Piotr Matys, seseorang ahli taktik forex dari Rabobank London.
Diluar itu, sejumlah pelaku pasar cemas jika penguasaan Demokrat di House of Representatives akan tingkatkan ketidakpastian politik serta ketegangan perdagangan yang dipacu oleh Washington.
Masalahnya Kami memiliki pendapat, bila Trump kurang bisa lakukan tindakan di ranah domestik, jadi dia kemungkinan akan fokus pada ranah external, seperti permasalahan perdagangan, yang tentu saja akan berefek pada sentimen resiko, demikian diutarakan Patrick O’Donnell dari Aberdeen Asset Management, terhadap Reuters.
Menyikapi perubahan paling baru ini, Dolar AS bertekuk lutut lawan mata uang-mata uang mayor. Pasangan EUR/USD melonjak 0.61 % ke 1.1494, GBP/USD melejit 0.50 % ke posisi 1.3164, sesaat USD/JPY anjlok 0.31 % ke 113.05.






