Dalam perdagangan hari ini terus bergerak naik terhadap sejumlah mata uang utama dunia 15/05. Hal itu disebabkan semakin redanya gejolak perdagangan global menjadi pengaruh besar terhadap penguatan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Sedaangkan untuk Yield Obligasi 10 dalam tahunan US treasury menguat sebanyak 1 basis disaaat memasuki sesi Asia tadi siang ke posisi 3.001%. Dalam perdadangan hari Senin Yield Obligasi dalam 10tahunan US treasury terpantau bergerak naik sebesar 2 basis.
Disaat perang dagang AS dengan China semakin mereda kondisi dolar justru semakin membaik, kondisi tersebut setelah muncul kebijakan dari presiden AS yang bersedia untuk membantu sejumlah perusahaan China ZTE Crop, perusahaan tersebut untuk saat ini masih mendapatkan sanksi dari kebijakan pemerintah AS karena beredarnya sejumlah barang dari China di AS.
Sebagai gantinya pihak dari China akan menggagalkan biaya untuk import sektor komoditas kedelai AS. Selain itu dalam akun sosial media twitter presiden AS telah menyebutkan dirinya bersedia untuk membantu ZTE untuk bisa memasarkan kembali produknya di pasar Amerika Serikat.
Beberapa waktu yang lalu saham-saham AS juga bergerak kezona hijau dipengaruhi investor mengasumsikan hal itu salah satu tanda meredanya gejolak perang dagang antara AS-China.
Sedangkan untuk Dolar AS yang sempat menurun performanya pada perdagangan kemarin, saat ini bangkit kembali. USDJPY dalam bursa hari ini menguat 0.1 % menuju posisi 109. 860 pada saat berita ini ditulis. Sementara untuk pasangan EURUSD masih bergerak melandai ke posisi 1. 1934, sesudah menyentuh posisi 1.2000 dalam perdagangan kemarin malam.
Dari keterangan Stephen Innes menyebutkan kalau ia pribadi masih tetap nyaman dengan posisi sekarang yakni long Dolar AS, dengan argumen, diferensiasi terkait kebijakan moneter serta masih memntau kondisi dari selisih suku bunga dari AS terhadap sejumlah negara maju yang lainnya.
Innes yang menyebutkan masih ada peluang Dolar masih tetap positif hingga timbulnya gelombang dari laporan ekonomi yang positif dari sejumlah negara terkecuali AS atau dari berbagai ECB yang mulai menyerukan sentimen hawkish dengan gamblang dibandingkan dari sentimen hawkish yang masih bersifat sementara.






