DXY dengan kenaikan setinggi 0.16 % ke posisi 96.94 memasuki pertengahan session perdagangan Eropa hari ini. Pada session New York kemarin, Greenback sudah sempat anjlok karena persepsi dovish yang menytakan dalam pidato, Jerome Powell.
Akan tetapi, ketegangan pasar dalam menghadapi pertemuan pada Presiden AS serta Presiden China di akhir minggu, menggerakkan Dolar AS naik kembali.
Notulen rapat kebijaksanaan bank sentra AS tgl 7-8 November yang baru launching tempo hari mengutarakan jika kenaikan suku bunga kelanjutan hampir tentu dikerjakan.
Akan tetapi, beberapa petinggi Fed masih tetap memperdebatkan masalah kapan waktu yang pas untuk berhenti meningkatkan suku bunga.
Ini berarti, walau gagasan naiknya suku bunga Fed 25 basis point pada bulan Desember yang akan datang peluang akan terealisasikan, tapi pasar menyangsikan probabilitas terwujudnya gagasan kenaikan tahun 2019.
Di hari Rabu, Jerome Powell ikut menjelaskan jika suku bunga Fed sekarang ini tepat yang ada di bawah perkiraan suku bunga netral.
Hal tersebut ditranslate oleh beberapa aktor pasar menjadi tanda jika siklus kenaikan suku bunga Fed mendekati titik penghabisannya.
Akan tetapi, beberapa analis memandang jika pasar bisa jadi menyepelekan potensi Fed untuk meningkatkan suku bunga tahun kedepan.
Philip Wee, ahli taktik mata uang DBS, mengutarakan, Kami yakini jika Powell belumlah kembali dovish, tapi cuma melunakkan kesamaan hawkish-nya.
Kami mengekspektasikan Fed akan meningkatkan suku bunga pada bulan Desember, serta perekonomian AS tetap akan bekerja baik serta memberi dukungan 4x kenaikan suku bunga kembali pada tahun 2019.
Konsentrasi pasar sekarang ini berubah pada gagasan pertemuan pada Trump serta Xi dalam lembaga G-20 di Buenos Aires 30 November sampai 1 Desember besok.
Trump terus-terusan kirim tanda yang memusingkan pasar tentang peluang persetujuan dagang bersama China, hingga membuat pasar cemas. Sentimen ini sudah menyebabkan pelarian investor serta trader ke mata uang Safe Haven, termasuk juga Dolar AS.






