DXY melejit sampai hampir 0.50 % ke posisi 97.52 memasuki session Eropa hari Jumat 14/12, kembali ke arah level paling tinggi dari sejak 12 November.
Investor serta trader mengubah konsentrasi dari beberapa gejolak minggu ini ke antisipasi mendekati rapat kebijaksanaan bank sentra AS FOMC yang akan diselenggarakan minggu kedepan, di mana suku bunga diprediksikan akan dinaikkan.
Greenback memperoleh suport dari pelemahan Euro serta Pounds ini hari. Pasangan EUR/USD telah turun hampir 0.60 % ke posisi 1.1291 serta pasangan GBP/USD sudah jatuh 0.50 % ke posisi 1.2596.
Launching laporan kebijaksanaan moneter bank sentra Eropa tempo hari memberi fakta buat aktor pasar untuk lakukan tindakan jual Euro pada Dolar AS. Di lain sisi, ketegangan masalah Brexit yang berlarut-larut, kembali mendesak Poundsterling.
Lepas dari itu, beberapa analis mengatakan jika katalis gerakan pasar selanjutnya ialah peristiwa FOMC pada tgl 18-19 Desember yang akan datang.
Ketika dalam rapat itu, Federal Reserve menginginkan untuk meningkatkan suku bunga sebesar 25 basis point. Akan tetapi, aktor pasar akan fokus pada outlook kebijaksanaan tahun 2019 yang masih tetap diselimuti ketidakpastian.
Ada banyak ketidaksamaan opini di pasar tentang jalan menguatnya suku bunga Fed tahun 2019, dengan beberapa tarder ekspektasinya sebesar1-4 kali kenaikan suku bunga, tutur Michael McCarthy, pimpinan taktik di CMC Markets, terhadap Reuters.
Diluar itu, menurut dia, pasar akan memonitor apa Fed akan membuat revisi outlook perkembangan serta inflasi. Dia memandang ada peluang menguatnya Dolar versis Euro serta Yen, bila referensi kebijaksanaan ke depan memvisualisasikan perekonomian AS yang lebih kuat.
Dolar AS sudah kuat 5.3 % selama tahun 2018 ini Year to Date, sebab Federal Reserve adalah bank sentra mayor hanya satu yang menjalankan pengetatan moneter, sedang perekonomian AS nikmati akselerasi inflasi serta keuntungan korporasi.
Akan tetapi, laporan data ekonomi yang launching dalam sekian waktu akhir-akhir ini menimbulkan kebimbangan tentang kestabilan AS serta probabilitas menguatnya suku bunga kelanjutan, hingga indeks Dolar AS sudah sempat seringkali terkoreksi.
Ditambah lagi, waktu lalu, Jerome Powell mengutarakan jika suku bunga sekarang ini sudah pas di bawah posisi suku bunga netral.






