Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Menurun Tajam Meskipun The Fed Tingkatkan Suku Bunga

Dolar AS Menurun Tajam Meskipun The Fed Tingkatkan Suku Bunga

881
0

DXY dalam perdagangan hari ini menurun di 0.41 % ke  96.58 pada perdagangan session Eropa hari Kamis ini 20/12, sesudah pengumuman suku bunga bank sentra AS Federal Reserve pada pagi hari barusan.

 

Meskipun The Fed masih meningkatkan suku bunga sebesar 25 basis point sesuai dengan harapan pasar, tapi mereka ikut mensinyalkan pemangkasan jumlahnya menguatnya suku bunga susulan tahun kedepan.

 

Dalam prediksi dot plot yang launching menyusul pengumumannya barusan pagi, The Fed mensinyalkan akan meningkatkan suku bunga sekitar 2x pada tahun 2019.

 

Angka itu lebih rendah dari prediksi 3x menguatnya yang launching dalam dot plot bulan September lantas, tapi tambah tinggi dibanding harapan pasar awal mulanya serta mengagetkan beberapa investor yang awalannya memprediksi Fed akan meredam diri di dalam pekatnya gejolak  ekonomi global.

 

Para investor sudah siap-siap melawan peluang terburuk, dari mulai tidak ada menguatnya suku bunga sampai perselisihan opini serta pergantian penilaian resiko, tutur Kathy Lien dari BK Asset Management.

 

Akhirnya, Walaupun ada banyak pergantian dalam pengakuan The Fed dan penurunan forecast perkembangan serta inflasi, perubahan-perubahan ini tidak sebesar yang diprediksikan pasar.

 

Oleh karena itu, menyusul launching itu, Indeks Dolar AS sudah sempat menguat tajam. Akan tetapi, pengakuan pimpinan Fed, Jerome Powell, dalam pertemuan wartawan sesudahnya malah tingkatkan ketidakpastian.

 

Menurut Powell, prediksi menguatnya suku bunga sekitar 2 kali pada 2019 itu tidak mutlak. Tuturnya, Akan ada keadaan saat pas buat kami untuk meningkatkan suku bunga sampai melewati netral, serta akan ada keadaan saat begitu tidak pas untuk mengerjakannya.

 

Selena Ling dari OCBC Bank mengutarakan jika data-data ekonomi akan memastikan apakah yang akan dikerjakan The Fed tahun kedepan.

 

Dalam catatan untuk client-nya, dia tuliskan, Kami menyimpan prediksi kami pada 2x bukannya 3x menguatnya pada FOMC tahun kedepan, tapi mengutamakan jika pada intinya kita kembali bergantung pada data.

 

Berarti bila inflasi upah terakselerasi selanjutnya di dalam perkembangan yang masih kuat, tidak ada yang menghambat FOMC untuk meningkatkan suku bunga untuk ke-3 kalinya bila data sangat mungkin.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses