Beranda Analisa Forex Dolar AS Menguat Tidak Terganggu Dengan Virus Corona

Dolar AS Menguat Tidak Terganggu Dengan Virus Corona

541
0

DXY naik dalam perdagangan awal minggu ini. Waktu berita dicatat 11/2, DXY menempati pada posisi 98.90, rekor paling tingginya semenjak awal bulan Oktober tahun kemarin.

USD/JPY bertahan di rata-rata 109.90, tapi Greenback unggul versi mata uang beresiko tambah tinggi.

Umumnya investor serta trader masih malas melepas aset-aset safe haven seperti Dolar AS, sebab kecemasan publik berkaitan wabah virus Corona tetap tinggi walaupun kecemasan telah menghilang.

Jumlahnya korban wafat karena terkena virus Corona 2019-nCoV sekarang sudah sampai lebih dari 1000 orang.

Beijing mengatakan pergerakan bertambahnya masalah makin melambat, tapi data memperlihatkan penambahan jumlahnya masalah di luar China.

Penyebaran dirasakan beberapa orang yang belum pernah melancong langsung ke Wuhan atau propinsi sekelilingnya.

Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan jika penebaran wabah antara beberapa orang yang tidak pernah berkunjung ke China bisa saja percikan api yang kobarkan kebakaran.

Analis Westpac, Imre Speizer, menjelaskan pada Reuters, Pukulan Virus Corona menggerakkan uang masuk ke Dolar AS.

Anda  sudah melihat data-data ekonomi bagus di Amerika Serikat, itu suport lain lagi. Mata uang yang ringkih ialah beberapa negara komoditi seperti Australia serta New Zealand.

China sudah berusaha menyokong kondisi dengan memotong suku bunga serta menginjeksi likuiditas ke skema pasar keuangan.

Namun, ketidakpastian sekitar capaian efek wabah sudah mengubah sentimen efek pasar. Dolar Australia kuat seputar 0.5 % dalam dua hari paling akhir.

Tapi belum dapat meniadakan pelemahan lebih dari 4 % yang terkena semenjak awal tahun ini. Sebaliknya, harga obligasi pemerintah AS serta Jepang terus-terusan naik sebab tingginya ketertarikan beli pasar pada asset safe haven.

Risiko penurunan perkembangan GDP China pada kuartal pertama 2020 serta tahun 2020 keseluruhannya, sudah alami penambahan momen, kata Richard Grace dari Commonwealth Bank.

Perekonomian China meliputi seputar 17 % GDP Dunia, tapi meliputi andil relevan buat perkembangan ekonomi global, hingga jelas ada efek penurunan perkembangan global selanjutnya.

Kesempatan kenaikan AUD/USD terbatas, serta efek penurunan terus makin bertambah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses