Kondisi pasar uang Asia Pasifik hari ini dolar AS dalam kondisi bergerak naik mendapatkan dukungan dari laporan beige book yang sedang terjadi hari ini.
Sesuai dengan yang sudah kita keetahui dalam perdagangan perdagangan Sebelumnya, kondisi dolar AS sedang dalam tekanan dari beberapa mata uang utama, sampai kondisi ini mengakibatkan pasangan EURUSD session penutupan bergerak naik di level 1,1604.
GBPUSD session penutupan bergerak naik di level 1,3029, AUDUSD session penutupan bergerak naik di level 0,7116 dan USDJPY session penutupan bergerak naik di level 111,62.
Dan untuk sekejap saat pagi ini, EURUSD berjalan di level 1,1596, GBPUSD berada di level 1,3018, AUDUSD di level 0,7102 dan yen di level 111,53.
Dalam perdagangan Sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangan sedikit kira-kira baik dengan pendorong setelah beberapa aktor pasar masih meneruskan aksi melepas sekejap kepemilikan dolar AS yang muncul waktu data tenaga kerja AS lebih baik sampai dukungan utama pada kenaikan suku bunga the Fed semakin bergerak naik.
Namun akan ada Brexit, membuat semua pergerakan langsung berpindah dengan ketidaksamaan arti pelemahan dolar AS.
Sebelumnya beberapa negara alami krisis misalnya Argentina tengah tertimpa persoalan keuangan sampai harus dibantu IMF, Afrika Selatan tengah krisis perubahan ekonomi yang terkontraksi.
Begitu juga India, Rusia dan Turki serta Indonesia, juga alami tekanan mata uangnya oleh greenback sampai membuat pasar yakini bila memegang dolar AS memang makin bertambah nyaman untuk saat ini.
Dan komentar Trump dan Powell telah merubah tren yang buruk buat dolar AS di mana the Fed diharapkan pikirkan kenaikan suku bunganya.
Namun segi hasil data ekonomi AS yang lebih baik telah menjadi bukti bila memang data tidak bisa dikalahkan dengan verbal intervensi dan membuat dolar AS kembali bergerak naik kembali.
Segi tidaklah berhasilnya perundingan NAFTA, demikian mendukung usaha greenback untuk bergerak naik lagi di hari ini, mengingat usaha dunia dalam jauhi konflik dagang masih gagal sampai aksi safe haven dolar AS yang semakin ramai mendekati AS rilis laporan tenaga kerjanya.
Kondisi desakan konflik dagang yang sedikit makin bertambah memang dan akan membuat aksi safe haven masih tetap muncul dan kelihatannya tren ini tengah berjalan saat sepanjang hari ini dengan kemauan ini bisa terbangun dengan bergerak naiknya dolar AS.
Usaha Trump untuk tidak mengendurkan tekanannya selalu untuk menekan China di mana $200 milyar produk China sudah disediakan untuk mendapatkan tarif baru sampai desakan konflik dagang sudah siap-siap untuk memanas kembali.
Di sisi lain, Jepang juga konon kabarnya akan sesegera diserang Trump dengan tarif baru, sampai untuk sekejap yen bergerak naik tajam. Kondisi ini memang dapat jadi sinyal buat aksi safe haven dolar makin besar mengingat ancaman inflasi yang naik mendekati Beige book rilis nantinya pagi hari.






