Dolar AS bergerak mundur dari level tinggi sebulan pada mata-mata uang mayor di sesion perdagangan Rabu 21/Juni/2017 pagi hari ini. Kesempatan ini, pemicunya yaitu jatuhnya harga minyak mentah yang mendorong turun yield obligasi AS. Harga minyak mentah AS (WTI) turun 2% pada hari Selasa serta turun 5 sen ke $43.46 waktu berita minyak Sekitar Forex dipublikasikan hari ini.
Indeks Dolar, yang mengukur kemampuan Dolar pada mata uang mayor yang lain, melandai ke level rendah 97.719. Walau sebenarnya, pada hari Selasa tempo hari, indeks Dolar menjangkau angka 97.871.
” Berkurangnya harga minyak mentah melemahkan desakan inflasi, mengakibatkan, kenaikan imbal hasil obligasi AS yang pernah naik juga berbalik turun, ” kata Junichi Ishikawa, Paka Taktik Forex Senior di IG Securities Tokyo pada Reuters. ” Tanda inflasi AS belum juga kuat. Saat ini harga minyak jatuh, jadi itu dapat menaikkan desakan lebih jauh untuk Dolar AS bersamaan dengan melemahnya sentimen pada bidang daya AS. ”
Dolar AS melandai 0.1 % pada Yen Jepang, di mana USD/JPY diperjualbelikan di angka 111.201. Angka itu semakin menjauhi puncak 111.790 yang tersentuh pada hari Selasa kemarin. Disamping itu, EUR/USD stabil di angka 1.1137.
GBP/USD Di Level Rendah Akibat Gubernur BoE
Di bagian beda, Poundsterling masih tetap mengedar di level rendah pada Dolar AS karena pernyataan Gubernur BoE, Mark Carney, sore kemarin. Carney menyebutkan kalau saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menambah suku bunga. Argumennya, dorongan kenaikan inflasi dari internal Inggris belum juga sangat kuat, di samping sistem negosiasi Brexit yang menyebabkan ketidakpastian.
Pernyataan Carney itu menjawab pertanyaan umum berkaitan tanggapannya pada tiga orang anggota MPC BoE yang menyuarakan kenaikan suku bunga pada rapat kebijakan bank sentral paling akhir.
GBP/USD sedikit beralih dengan diperjualbelikan pada level 1.2634. Pair itu sudah turun sejumlah 0.9 % malam barusan. Level rendah dua bulan GBP/USD terpantau ada di level 1.2603.






