Kondisi dari Indeks Dolar AS DXY berjalan sideways pada perdagangan Selasa 6/November di posisi 96.39, sebab investor masih tetap waspada hasil Mid-terms Elections di Amerika Serikat.
Permasalahannya, hasil pemilu parlemen itu diperkirakan bisa tingkatkan rincian resiko politik yang memengaruhi pasar finansial. Pada pertengahan session Eropa, DXY ada di rata-rata 96.38 tempatnya terjatuh di akhir minggu kemarin.
Hasil Mid-terms Elections di Amerika Serikat akan tunjukkan partai manakah yang akan kuasai Majelis Rendah AS House of Representatives.
Jika partai Demokrat menguasai parlemen, jadi Presiden Donald Trump akan semakin susah menggolkan agenda-agendanya. Meskipun begitu, partai Republik yang membekingi Trump diperkirakan masih akan kuasai Majelis Tinggi AS Senate.
Pada minggu kemarin, Indeks Dolar AS sudah sempat sampai posisi paling tinggi enam belas bulannya, sesudah Nonfarm Payrolls NFP tunjukkan kenaikan sebesar 250,000 untuk bulan Oktober.
Angka itu tambah tinggi dari harapan yang dibanderol pada 190,000, hingga mengangkat optimisme jika Federal Reserve akan melakukan gagasan kenaikan suku bunga step selanjutnya pada bulan Desember yang akan datang. Akan tetapi, grafik DXY langsung jatuh di awal minggu ini, bersamaan dengan keresahan pasar.
Memasuki perdagangan hari Rabu besok, pihak dari Federal Reserve akan mengadakan rapat kebijaksanaan moneter saat dua hari.
Akan tetapi, pasar memprediksi bank sentra AS itu akan tidak menginformasikan pertukaran apa pun atas kebijaksanaan moneter, sebelum agenda kenaikan suku bunga selanjutnya datang pada bulan Desember.
Laporan dari JOLTs Job Openings yang akan launching pada jam 22:00 WIB kelak malam diperkirakan mengalami penurunan dari 7.136 Juta jadi 7.100 Juta saja untuk bulan September.
Akan tetapi, publikasi laporan ketenagakerjaan ini peluang diacuhkan pasar di dalam euforia angka Non-farm Payroll yang jauh melebihi harapan pada akhir minggu kemarin.
Searah dengan desas-desus ini, Dolar AS berjalan condong bermacam pada mata uang mayor yang lain. Pasangan USD/JPY hampir tidak bergerak dari seputar posisi 113.15, sesaat EUR/USD ikut stagnan di rata-rata 1.1402 serta pasangan GBP/USD yang berada di 1.3031.
Di lain sisi, pasangan mata uang dari komoditas semakin naik. Pasangan AUD/USD naik 0.31 % ke 0.7232 sesudah bank sentralnya akan memutuskan tidak untuk mengubah suku bunga, pasnagan NZD/USD naik 0.12 % ke 0.6671, serta pasangan USD/CAD naik 0.10 % ke 1.3123.






