Dalam perdagangan hari ini khusus untuk bursa di Asia pasifik hingga memasuki sesi siang untuk laporan secara umum greenback yang masih terus bergerak dengan stabil, masih menunggu dolar AS yang terpantau akan terus bergerak menurun dari aksi ambil untung.
Sesuai dengan perdagangan awal pekan yang kemarin kondisi dari dolar AS terus memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang utama yang menjadi pesaingnya. Kondisi tersebut membuat pasangan mata uang EURUSD pada sesi penuutupan yang semakin melemah pada posisi 1,1926.
Berlanjut dengan GBPUSD pada sesi penutupan yang berhasil menguat pada posisi 1,3557. Pasangan UADUSD pada sesi penutupan melemah di posisi 0,7522 sedangkan untuk USDJPY pada sesi penutupan yang terus menguat di posisi 109,64.
Serta untuk perdagangan pada pagi ini, pasangan EURUSD yang bergerak di posisi 1,1931, psangan GBP/USD yang bergerak di posisi 1,3563, pasangan AUD/USD di posisi 0,7526 sedaangkan untuk yen di posisi 109,75.
Sebelumnya dalam perdagangan awal minggu kemarin, indeks dolar AS dibursa bergerak naik kembali untuk mendekati pada level yang tertinggi selama 4 1/2 bulannya bahkan kondisi tersebut juga dibarengi dengan semakin naiknya imbal hasil obligasi dari pemerintah AS yang menginginkan untuk bisa mendekati posisi 3% kondisi tersebut level psikologis tertinggi dalam 4 tahun paling akhir.
Laporan inflasi AS sempat pernah membuat dolar AS yang terus mengalami tindakan ambil untungnya serta awal minggu selesai di posisi investor yang masih mengkhawatirkan juga akan rilisnya laporan penjualan eceran AS yang kelihatannya akan bergejolak sekali lagi dunia perdagangan dalam pasar uang.
Akan tetapi kondisi daari dolar AS yang semakin menurun dalam perdagangan hari ini yang tidak terlalu besar sebab laporan tenaga kerja AS dalam periode yang kemarin menunjukkan kemampuan keadaan full-employment yang paling baik lagi dalam bulan ini.
Keadaan ini pasti juga akan mendorong usaha the Fed untuk semakin memperketat serta memonitor perubahan kemampuan ekonominya yang semakin lama semakin memanas. Sayangnya, suku bunga dalam bulan Juni masih akan terus bergerak naik, namun dalam bulan September serta bulan Desember yang masih tetap dipertanyakan sejumlah investor.






