Dalam perdagangan hari ini pasar uang Asia Pasifik, laporan dari dolar AS masih menandakan oengerean menguat saat launching laporan nonfarm payroll yang lebih buruk.
Sesuai dalam perdagangan kemarin jika di perdagangan sebelumnya, keadaan greenback mengalami desakan dari mata uang pesainganya, hingga kondisi ini menyebabkan pasangan EURUSD sesi penutupan menguat di posisi 1,5234.
Sedangkan pasangan GBPUSD sesi penutupan menguat di posisi 1,3114, pasangan AUDUSD sesi penutupan melemah di posisi 0,7049 serta pasangan USDJPY sesi penutupan melemah di posisi 113,68.
Sedangkan dalam perdagangan pagi ini, pasangan EURUSD bergerak berada di posisi 1,1596, pasangan GBPUSD bergerak berada di posisi 1,3122 pasangan AUDUSD bergerak berada di posisi 0,7056 serta yen bergerak berada di posisi 113,92.
Dalam perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangan kurang lebih baik dengan penyebab pelaku pasar yang mulai melepas kepemilikan dolar saat yield obligasi AS telah ada di posisi terunggul semenjak 2011.
Keadaan ini muncul ikut dikarenakan pasar yang mengamati laporan tenaga kerjanya menurun besar sekali hingga desakan kenaikan suku bunga Fed memulai menyusut.
The Fed telah meningkatkan suku bunganya 2 minggu kemarin serta kemungkinan akan lakukan satu kali lagi tahun ini. Jerome Powell mengatakan jika ekonomi AS masih tetap perlu kenaikan suku bunganya hingga selanjutnya kenaikan akan ada kepastiannya.
Ini adalah sedikit himbauan supaya dolar tidaklah terlalu menguat semakin besar saat kenaikan suku bunganya. Serta Powell ikut memberi deklarasi pada pasar sekurang-kurangnya suku bunga Fed akan berjalan diatas 3% untuk jangka waktu yang dekat. Kondisi tersebut dipengaruhi dari gejolak ekonomi AS yang semakin kuat.
Penguatan dolar ikut karena membaiknya laporan ekonomi AS dan gagasan pemangkasan defisit aturan Italia yang peluang dapat membuat euro mengalami desakan semakin besar.
Yen masih tetap susah berjalan sesudah China telah mulai membuka lagi serta memberi operasi pasar likuiditas sejumlah 700 milyar yuan atau sama dengan $100 milyar ke skema perdagangan keuangannya dan memotong rasio tercukupinya modal perbankannya untuk yang keempat kalinya ditahun ini.






