DXY menempati di rata-rata 99.17 dalam perdagangan session Asia 27/9, bertahan dekat rekor paling tinggi satu bulan yang diraih di hari Kamis.
Tetapi, USD/JPY terkoreksi 0.1 % ke rata-rata 107.75. Ketertarikan efek pasar digerogoti oleh gejolak politik di beberapa negara serta ketidakpastian negosiasi dagang AS dengan China, hingga keinginan pada aset-aset safe haven alami penambahan.
Walau Greenback terkoreksi versi Yen, tapi tempatnya masih kuat hadapi Euro serta Pounds. Kokohnya animo Dolar AS khususnya bersumber dari tindakan penghindaran efek.
Mata uang ini terhitung asset safe haven bersama dengan Yen Jepang, Franc Swiss, serta Gold.
Dalam keadaan penghindaran efek yang masif, Dolar AS condong melemah pada tiga asset safe haven classic itu, tapi unggul pada mata uang lain.
Tren Dolar AS yang positif, dengan beberapa keriuhan salah satunya, tetap kuat, kata Imre Speizer, seseorang analis dari Westpac, seperti dikutip oleh Reuters.
Menurut Speizer, tindakan pasar menghindarkan efek dikarenakan oleh kecemasan tentang perang dagang dan gonjang-ganjing politik di Timur Tengah serta Inggris.
Keadaan ekonomi AS lebih kuat dibanding harapan, serta bank sentralnya Federal Reserve tunjukkan arah kebijaksanaan yang tidak begitu dovish.
Kementrian Perdagangan China tempo hari mengemukakan komentar positif tentang negosiasi perdagangan dengan AS.
Tetapi, satu laporan Bloomberg mengutarakan jika AS tidak mungkin mengizinkan perusahaan AS untuk terkait dagang dengan Huawei, sebagai telekomunikasi terbesar yang ada di China yang masuk dalam daftar hitam Donald Trump.
Bursa saham AS sudah sempat roboh pada awal session New York tempo hari sebab laporan itu, walau selanjutnya sembuh kembali.
Nampaknya, apa pun yang berlangsung, USD masih jadi asset paling aman untuk sekarang, kata Rodrigo Catril.
Sambungnya, Selain statusnya jadi mata uang persediaan devisa penting, Greenback masih memperoleh keuntungan dari unggulnya suku bunga serta perekonomian AS yang masih tunjukkan kapasitas lumayan baik.
Aktor pasar memonitor usaha parlemen AS untuk memakzulkan Trump.
Tetapi, banyak ahli memandang jika usaha itu akan dihentikan oleh Senat AS yang masih didominasi oleh partai Republik simpatisan Trump.






