Beranda Analisa Forex Dolar AS Jatuh Dipengaruhi Perlambatan Inflasi

Dolar AS Jatuh Dipengaruhi Perlambatan Inflasi

616
0

DXY diperdagangan volatile pada awal session New York 12/9, berkenaan dengan launching kebijaksanaan bank sentra Eropa ECB, data inflasi customer AS, serta gencatan perang dagang AS dengan China.

DXY mencatat pelemahan harian 0.18 % di rata-rata 98.45, sesaat USD/JPY statis pada rata-rata 107.86 serta EUR/USD kuat 0.4 % di rata-rata 1.1050.

US Bureau of Labor Statistics BLS memberikan laporan jika pergerakan inflasi customer melambat pada bulan Agustus.

Perkembangan bulanan cuma sampai 0.1 % Month over Month sebab penurunan harga bahan bakar minyak BBM serta produk daya yang lain.

Walau sebenarnya, perkembangan bulan Juli sampai 0.3 % Month over Month.

Penurunan itu berefek pada mundurnya pergerakan inflasi tahunan dari 1.8 % jadi 1.7 % Year on Year, walau ekonom awalnya menginginkan inflasi konstan.

Pergerakan inflasi yang begitu lambat adalah fakta bank sentra AS Federal Reserve untuk memotong suku bunga pada bulan Juli.

Sebab fakta yang sama, data inflasi ini menguatkan harapan pemotongan suku bunga Fed dalam tempo dekat, meskipun Fed umumnya memakai data inflasi berlainan jadi rujukan kebijaksanaan penting.

Rujukan favorite Fed, indeks harga PCE, akhir kali tunjukkan perkembangan cuma 1.6 % Year-on-Year per Juli 2019; jauh dibawah sasaran inflasi tahunan 2 % yang diharapkan oleh Fed.

Tak jelas apa kebakaran inflasi meletus, tapi kita mulai melihat asap dalam jumlahnya cukup signifikan, kata Stephen Stanley, pimpinan ekonom di Amherst Pierpoint Securities, seperti diambil oleh MarketWatch.

Selain itu, aktor pasar masih kuatir memonitor gencatan perang dagang terbaru di antara AS serta China.

China meluncurkan daftar produk import dari AS yang dikecualikan dari pengenaan biaya, sedang AS tunda penerapan kenaikan biaya import selanjutnya buat beberapa produk China.

Tetapi, kedua pihak nampaknya cuma beradu retorika tanpa ada loyalitas tegas untuk sampai persetujuan dalam perundingan dagang yang akan diawali kembali bulan depan.

Berlanjutnya kecemasan tentang perang dagang ini tingkatkan kemungkinan pemotongan suku bunga Fed.

Dalam rapat minggu kedepan, beberapa petinggi Federal Reserve direncanakan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis point, diikuti dengan seringkali pemotongan suku bunga sampai awal tahun 2020.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses