Dalam perdagangan hari ini, dolar AS kembali di tempat defensif sampai Kamis sore mendekati malam hari ini sesudah sembuh sedikit di hari yang sebelumnya dari level paling rendah tiga bulan, dengan data serta catatan rapat kebijakan yang yakin dari Federal Reserve tidak bisa dengan penting mengangkat desakan dari mata uang yang tengah berjuang melawan sepanjang tiga minggu paling akhir.
Indeks Dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada enam mata uang paling utama, tergelincir ke level paling rendah mulai sejak 20 September hari Selasa, karena optimisme tentang ekonomi zone euro mendorong mata uang tunggal diatas $1, 2000 untuk pertama kalinya dalam tiga 1/2 bulan. EUR/USD saat ini naik 0, 1% di $1, 2025.
Mata uang AS pernah menahan desakan hari Rabu, memantul sesudah ada data manufaktur serta konstruksi yang kuat. Greenback memperoleh support selanjutnya dari catatan pertemuan paling akhir The Fed yang memberikan indikasi bank sentral itu masih tetap siap menambah suku bunga sekian kali pada tahun ini.
Dalam risalah rapat mereka pada 12-13 Desember, beberapa pembuat kebijakan The Fed mengaku penambahan soliditas pasar tenaga kerja AS serta pelebaran kesibukan ekonomi, bahkan juga waktu mereka menyatakan kecemasan mengenai inflasi yang terus-menerus rendah.
Hal itu jadi tanda-tanda bank sentral AS selalu lakukan pendekatan bertahap untuk menambah suku bunganya tetapi dapat percepatnya jika laju inflasi berakselerasi.
Tetapi pada awal session Eropa pada hari Kamis dolar AS kembali ada di lokasi negatif, dengan indeksnya yang turun 0, 1 %.
” Kita lihat sentimen euro yang begitu positif di pasar sekarang ini, ” kata paka taktik mata uang Commerzbank Ester Reichelt di Frankfurt.
” Trend mungkin saja beralih jika data ketenagakerjaan AS kuat, ” tuturnya, memberikan kalau tingkat gaji AS pada hari Jumat bisa jadi kunci dalam memastikan arah dolar AS setelah itu.
Disamping itu mata uang AS bergerak sedikit lebih tinggi pada yen, diperjualbelikan naik 0, 2 % pada ¥112, 76 yen karena risk appetite yang kuat di pasar. Yang sebelumnya di hari Selasa dolar AS menyentuh level paling rendah dua 1/2 minggu di ¥112, 05, turun cukup jauh dari ketinggian diatas ¥113, 65 mendekati akhir bulan Desember.
Makoto Noji, paka taktik pasar senior di SMBC Nikko Securities di Tokyo, memprediksi dolar/yen bertahan sekitaran ¥110 yen dalam periode menengah.
Setelah itu di malam hari ini pasar juga akan menyoroti dua data yang cukup perlu dari AS yakni klaim tunjangan pengangguran serta pembayaran upah bidang swasta yang mungkin saja bisa jadikan tips untuk mengukur data-data tenaga kerja bulanan yang juga akan dipublikasikan besok malam.






