Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Bertahan Bersamaan Dengan Laporan Data Tenaga Kerja

Dolar AS Bertahan Bersamaan Dengan Laporan Data Tenaga Kerja

626
0

Memasuki perdagangan hari ini dolar AS bergerak naik bersamaan dengan laporan nonfarm payroll launching tadi malam.

 

Sesuai dalam perdagangan kemarin, keadaan dolar AS mengalami desakan dari mata uang pesaingnya, hingga fpelaku ini menyebabkan pasangan EURUSD sesi penutupan menguat di angka 1,1514.

 

Pasangan GBPUSD sesi penutupan menguat di angka 1,3021, pasangan AUDUSD sesi penutupan melemah di angka 0,7077 serta pasangan USDJPY sesi penutupan melemah di angka 113,92.

 

Sedangkan dalam perdagangan sesi pembukan, pasangan EURUSD bergerak di angka 1,1514, GBPUSD bergerak di angka 1,3023 AUDUSD di angka 0,7074 serta yen di angka 114,00.

 

Di perdagangan kemarin, indeks dolar AS diperdagangan kurang lebih baik dengan penyebab pelaku pasar yang mulai menjual dolar saat yield obligasi AS yang saat ini di angka tertinggi dari sejak 2011.

 

Keadaan ini terjadi dikarenakan pasar menantikan launching data tenaga kerja hingga sesedikit meredam dahaga kempilikan surat hutang AS itu.

 

The Fed telah meningkatkan suku bunga mencapai 25 bps ke 2,25% minggu lalu serta kemungkinan akan lakukan satu kali lagi tahun ini.

 

Jerome Powell mengatakan jika ekonomi AS masih tetap perlu kenaikan suku bunganya hingga selanjutnya kenaikan akan ada kepastiannya.

 

Ini adalah sedikit himbauan supaya dolar tidaklah terlalu menguat semakin besar saat kenaikan suku bunganya. Serta Powell juga memberi deklarasi pada pasar sekurang-kurangnya suku bunga Fed akan bergerak diatas 3%.

 

Naiknya dolar juga karena membaiknya laporan ekonomi AS dan gagasan pemangkasan defisit aturan Italia yang peluang dapat membuat euro mengalami tekanan semakin besar. Yen masih tetap tertekan karena tindakan safe haven Italia itu dan gagasan Jepang dengan AS yang akan berjumpa lagi.

 

Dalam perdagangan kemarin dolar AS tidak berhasil menjalankan fungsinya menjadi mata uang safe haven sesudah Donald Trump memberi tarif baru pada China serta berbalas tarif dari China, hingga bank sentral China serta beberapa bank sentral lainjya lakukan tindakan turunkan nilai mata uangnya untuk menahan dolar AS menguat.

 

Tindakan ini dikerjakan untuk menahan turunnya kapasitas ekonomi China serta negara yang lain. Sebenarnya pasar ingin bank sentral lainnya turut lakukan upayanya meningkatkan suku bunganya.

 

Harapannya persoalan penguatan dolar akan selekasnya selesai supaya Trump tidak keluarkan komentar kembali. China tengah libur panjang pasar keuangannya, seolah memberikan ruangan pada dolar untuk leluasa menguat satu waktu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses