DXY menjaga urutan di atas posisi 97.60 dalam perdagangan hari Senin ini 20/1 dengan pertolongan data-data ekonomi positif yang dikeluarkan Jumat kemarin.
Greenback melemah pada Dolar Australia serta New Zealand, sebab sentimen biasa pasar condong risk-on.
Tetapi, Greenback unggul pada Poundsterling yang tengah dirundung beberapa permasalahan domestik. Pasangan mata uang USD/JPY kuat di rekor paling tinggi semenjak pertengahan Mei 2019.
Data ekonomi yang dikeluarkan minggu lantas tunjukkan jika lonjakan pendirian rumah di negeri Paman Sam pada bulan Desember 2019 sampai pucuk paling tinggi 13 tahun.
Data penjuakan ritel serta beberapa indeks usaha manufaktur alami kenaikan yang cukup relevan.
Walau ada banyak data ekonomi yang meleset dari harapan, tapi aktor pasar condong mencomot data-data berarti positif saja. Harapan suku bunga AS juga konstan.
Orang-orang cuma cari kabar baik di penjuru dunia, kata Chris Weston, pimpinan analisa di broker Pepperstone, seperti dikutip oleh Reuters.
Sambungnya, Sebuah topik bertumbuh menggerakkan forex di tahun 2020, ditengah-tengah absensi divergensi bank sentra, saya anggap, ialah divergensi ekonomi serta trend ekonomi relatif.
Jadi perbandingan, keadaan ekonomi di sejumlah negara paling besar lain akhir-akhir ini lebih menyedihkan.
Inggris terus bergumul dengan dampak dari ketidakpastian brexit yang berkelanjutan, serta di kuatirkan akan memotong suku bunga dalam tempo dekat.
Data ekonomi Jerman paling baru tunjukkan perkembangan paling lamban semenjak tahun 2013, meskipun banyak wilayah Zone Euro lain masih tumbuh lumayan tinggi.
Dari Asia, minggu lantas China memberikan laporan perkembangan tahunan paling minim dalam hampir 3 dekade.
Meskipun data-data bulan Desember tunjukkan perbaikan, tapi aktor pasar masih menunggu efek dari penandatanganan persetujuan dagang AS-China babak satu dan proses perundingan babak dua dalam sekian waktu ke depan.
Mata uang lokasi Antipodean sukses unggul pada Greenback ini hari, tapi outlook ekonominya tidak tambah lebih baik.
Bank sentra Australia di kuatirkan akan memotong suku bunga buat menyokong perekonomian yang didera musibah kebakaran rimba sepanjang beberapa waktu lantas dengan kerugian materiil sampai triliunan dolar.
Pasar mempertimbangkan kesempatan 46 % untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis point dalam rapat kebijaksanaan yang akan diadakan pada 4 Februari.






