Beranda Analisa Forex Dolar AS Bergerak Naik Jelang Laporan Fed

Dolar AS Bergerak Naik Jelang Laporan Fed

565
0

Dolar AS naik tipis di hari Rabu di Asia sebab beberapa pedagang menanti berita mengenai pertemuan Federal Reserve serta berita perdagangan AS dengan China.

Indeks Dolar AS paling akhir diperjualbelikan di 97.485 pada 11:46 ET 03:46 GMT, naik 0,1%. Federal Reserve putuskan suku bunga di hari Rabu, diikuti oleh pertemuan wartawan dari Ketua Jerome Powell.

Komite Pasar Terbuka The Fed direncanakan akan meredam suku bunga di masa datang.

Berita perdagangan AS dengan China kembali jadi konsentrasi ini hari, sebab Wall Street Journal serta Bloomberg mencuplik beberapa sumber serta menjelaskan AS kemungkinan tunda biaya yang diperkirakan untuk beberapa barang Tiongkok.

Tetapi, Larry Kudlow, penasihat ekonomi penting Presiden AS Donald Trump, menjelaskan dia tidak bisa mengkonfirmasi jika biaya selanjutnya pada China akan dipending.

Tanpa ada persetujuan atau penangguhan biaya sebelum batasan waktu 15 Desember, AS direncanakan akan kenakan biaya lain $ 156 miliar untuk beberapa barang Tiongkok.

Ekuitas Tiongkok serta dolar AS naik sebab berita itu, tapi kenaikannya terbatas.

Pasar jadi mati rasa pada kebisingan pada perdagangan, Burns McKinney, Allianz DE: ALVG manager portofolio global, menjelaskan pada Bloomberg dalam satu interviu.

Pertemuan FOMC, penentuan di AS dan akhir minggu ini tenggat 15 Desember ialah semua unsur yang saya fikir pasar biasanya tidak menghormati kabar buruk.

Pasangan GBP/USD kehilangan 0,2% jadi 1,3141, sebab pound Inggris jatuh ditengah-tengah berita jika kepemimpinan Perdana Menteri Boris Johnson dalam penentuan biasa Inggris memotong lebih dari setengahnya dalam jajak opini yang dipantau ketat yang dikeluarkan dua hari sebelum penentuan negara.

Pasangan EUR/USD sedikit beralih pada 1,1090 sebab beberapa pedagang menanti ketetapan kebijaksanaan Bank Sentra Eropa selanjutnya, yakni di hari Kamis.

Pasangan AUD/USD naik 0,1% jadi 0,6816. Analis dari Rabobank serta Nomura Holdings menjelaskan dalam laporan Bloomberg jika dolar Australia diputuskan untuk tahun 2020 yang naik-turun ditengah-tengah ketidakpastian perkembangan ekonomi global serta perang dagang.

Selain itu, Ranko Berich, kepala analisa pasar di Monex di London, menjelaskan dalam laporan itu jika memburuknya kemelut perdagangan ialah efek paling besar buat dolar Australia.

Dolar Aussie sudah turun seputar 3% selama tahun ini sebab perang perdagangan AS dengan China bersambung.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses