Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Bergerak Naik, Disupport Naiknya Yield Obligasi

Dolar AS Bergerak Naik, Disupport Naiknya Yield Obligasi

807
0

DXY kuat seputar 0.34 % ke posisi 96.80 pada awal session New York Kamis  14/3 karena suport kenaikan yield obligasi AS serta perbaikan sentimen resiko global.

 

Diluar itu, penambahan desakan yang terkena sejumlah besar mata uang mayor pun ikut melakukan perbaikan minat aktor pasar pada Greenback, sesudah sudah sempat melemah saat launching data indeks harga produsen di hari Rabu.

 

Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahunan US Treasury menggeliat naik ke posisi 2.63 % pada session Asia ini hari, sesudah naik ke posisi 2.62 % di hari Rabu. Sentimen resiko semakin lebih baik menyusul kenaikan indeks saham Dow Jones sebesar hampir 1 % dari posisi paling rendah tiga bulan.

 

Launching data klaim pengangguran mingguan Initial Jobless Claims bertambah dari 223k jadi 229k, melebihi prediksi awal yang dibanderol pada 225k.

 

Akan tetapi, Dolar AS peluang masih akan dikukuhkan oleh yield obligasi yang diduga akan mendaki tambah tinggi kembali, sebab laporan indeks harga import serta export yang launching malam hari ini tunjukkan kenaikan melebihi harapan.

 

Menurut US Department of Labor, indeks harga import AS bertambah 0.6 % Month-over-Month dalam bulan Februari 2019, atau 2x lipat tambah tinggi daripada harapan perkembangan yang diprediksikan awal mulanya.

 

Indeks harga export pun meluncur cepat sebesar 0.6 % MoM dalam periode yang sama, jauh mengungguli perkiraan awal yang dibanderol pada rata-rata 0.1 %.

 

Selain itu, depresiasi Poundsterling di dalam pekatnya ketidakpastian brexit malah mengangkat nilai tukar Dolar AS menjadi lawan pentingnya. Mendekati diselenggarakannya voting berkaitan brexit kembali pada pagi hari kelak, pasangan mata uang GBP/USD sudah turun 0.55 % ke posisi 1.3262.

 

Euro turut diseret oleh ketidakpastian yang sama, hingga EUR/USD selip 0.23 % ke rata-rata 1.1300. Yen pun alami pelemahan pada Dolar AS mendekati rapat kebijaksanaan bank sentra Jepang, menggerakkan USD/JPY naik ke posisi paling tinggi satu pekan pada rata-rata 111.60.

 

Masalahnya otoritas Jepang diprediksikan akan memotong prediksi ekonomi makro dalam pengumuman kebijaksanaannya besok, meskipun peluang mereka tidak mengubah suku bunga ataupun stimulus moneter.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses