DXY condong kuat dalam perdagangan hari Jumat 1/3 dengan berkonsolidasi di posisi 96.30 pada pertengahan session Eropa. Dolar AS unggul vs sebagian besar mata uang mayor, sesudah data Gross Domestic Product GDP Amerika Serikat untuk kuartal IV/2018 dilaporkan lebih baik dibanding perkiraan ekonom.
Pada session New York hari Kamis, Bureau of Economic Analysis memberikan laporan jika laju perkembangan GDP AS pada kuartal IV/2018 sampai 2.6 % tambah tinggi dibanding perkembangan 2.3 % yang diprediksikan sebelumnya
Indeks Harga PCE Pokok sebagai rujukan penting Federal Reserve dalam penetapan suku bunga, pun bertambah 1.7 % alih-alih cuma meluncur 1.6 % sesuai dengan harapan.
Laporan itu mengangkat yield obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahunan 10-year US Treasury ke posisi paling tinggi dalam tiga minggu, hingga menggerakkan penambahan keinginan atas Dolar AS. Di sisi lain, beberapa laporan ekonomi dari negeri asal mata uang mayor yang lain condong lesu.
Dolar AS kuat semakin tinggi pada Yen sesudah rangkaian data yang launching Jepang tadi pagi tunjukkan angka-angka menyedihkan.
Kepercayaan Rumah Tangga Household Confidence turun dari 41.9 ke 41.5 sedang indeks PMI Manufaktur Jepang masih tetap memberikan indikasi keadaan kontraksi pada posisi 48.9. Waktu berita ditulis, pasangan mata uang USD/JPY sudah bergerak 0.44 % ke posisi 111.87 serta mencatat kapasitas terunggul ini hari.
Euro sudah sempat di dukung oleh launching data penjualan ritel Jerman yang dengan mengagetkan bertambah 3.3 % MoM pada bulan Januari. Akan tetapi, launching data inflasi pokok pada session Eropa ini hari malah lesu. Core CPI YoY untuk bulan Februari cuma naik 1 %, alih-alih bertambah 1.1 % seperti diinginkan oleh beberapa ekonom.
Selain itu, GBP/USD mulai mengambil langkah mundur dari posisi paling tinggi delapan bulan yang terwujud pada pertengahan minggu ini. Data PMI Manufaktur Inggris yang launching tadi sore tunjukkan iklim usaha turun ke posisi paling rendah dalam empat bulan walau masih tetap ada dalam ruang ekspansif.
Sentimen positif yang terbentuk sesudah PM Theresa May mengatakan kesediaannya untuk tunda Brexit memulai pupus sebab tingginya ketidakpastian tentang hasil voting Parlemen Inggris pada tanggal 13 Maret yang akan datang.







