Dolar AS naik tipis di hari Jumat 5/4 sesudah laporan pekerjaan untuk Maret tunjukkan menambahkan pekerjaan AS lebih baik dari yang diprediksikan beberapa ekonom sesaat tekanan gaji teredam.
Nonfarm payrolls AS tunjukkan menambahkan 196.000 pekerjaan pada bulan kemarin. Data untuk bulan Februari direvisi tipis hingga tunjukkan penggajian naik sebesar 33.000 pekerjaan, bukan 20.000 seperti yang diadukan awal mulanya. Penambahan jumlahnya pekerjaan pada Februari ialah yang paling kecil semenjak September 2017.
Tingkat gaji pula melambat pada bulan Maret serta lebih beberapa orang keluar dari angkatan kerja. Pendapatan rata-rata /jam bertambah empat sen, atau 0,1% pada Maret sesudah melompat 0,4% pada Februari.
Ini laporan yang cukuplah bermacam. Judul pentingnya dikit lebih baik dari yang diinginkan, Februari direvisi naik dikit, tapi jelas pendapatan rata-rata /jam ialah kekecewaan besar, kata Win Thin, kepala taktik mata uang global di Brown Brothers Harriman di New York.
Reaksi dolar AS juga relatif teredam, serta greenback awalannya jatuh sebelum beralih ke lokasi positif. Indeks Dolar AS yang mengukur kapasitas greenback pada enam mata uang penting bertahan sampai ditutup positif 0,06% di akhir session Jumat di 97,36.
Beberapa investor konsentrasi pada data itu untuk lihat panduan selanjutnya mengenai kebijaksanaan Federal Reserve sesudah bank sentra AS itu mengagetkan pasar pada bulan Maret dengan meremehkan prediksi kenaikan suku bunga tahun ini.
Yang sangat penting buat saya ialah pada intinya bank sentra itu masih mantap waktu berjalan, kata Thin. Pemikiran mengenai pemotongan suku bunga di tahun ini nampaknya prematur, tapi saat yang sama minimnya desakan gaji menentang kekuatan kenaikan itu. Jadi kita ada di limbo dimana Fed menanti serta lihat, paparnya.
Presiden AS Donald Trump menjelaskan di hari Jumat jika The Fed mesti turunkan suku bunga serta ambil beberapa langkah tidak konvensional yang lain untuk kurangi desakan pada ekonomi yang menurut dia melambat.
Selain itu perbincangan perdagangan pada AS serta China pula dalam konsentrasi sebab beberapa investor mengharap persetujuan itu bisa meniadakan beberapa kendala pada perkembangan global.
Trump menjelaskan di hari Kamis jika ke-2 negara dekat dengan persetujuan yang bisa diumumkan dalam tempo empat minggu, sesaat mengingatkan Beijing jika kondisi akan susah untuk membiarkan perdagangan bersambung tanpa ada kesepakatan.
Sedang pound sterling melemah di hari Jumat sebab kebimbangan pada usaha Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk tunda Brexit selanjutnya. Pasangan mata uang GBPUSD ditutup negatif 0,31% di $1,3035.






