Dolar AS condong flat terhadap mata uang pesainya pas selesai pengumuman suku bunga bank sentra AS Fed Funds Rate/FFR pagi hari barusan, tapi perlahan-lahan melejit pada sesi perdagangan Eropa 27/September.
Waktu berita ditulis, indeks Dolar AS DXY sudah naik 0.22 % ke bergerak naik 94.50. Kelihatannya, pasar memerlukan waktu untuk mengerti dampak pengumuman itu, walau sebetulnya Federal Reserve tidak memberikan panduan baru tentang arah kebijakannya ke depan.
Pasangan EUR/USD flat 0.20 % ke 1.1715, GBP/USD turun juga 0.23 % ke sebesar 1.3137. Pada saat yang sama, Dolar Komoditas melawan rintangan paling besar.
Pasangan AUD/USD turun 0.32 % ke 0.7232, pasangan NZD/USD menyusut 0.21 % ke 0.6642, sedangkan pasangan USD/CAD melejit 0.34 % ke 1.3061.
Cuma Yen yang mampu bertahan dengan pasangan USD/JPY naik tipis 0.07 % ke 112.79, tapi itupun karena posisinya telah dekat posisi paling tinggi tahun ini.
Sesuai dengan harapan sebelumnya, Federal Reserve meningkatkan suku bunga sebesar 25 basis point ke posisi 2.25 % tempo hari. Ini adalah kenaikan suku bunga ke-3 tahun ini serta ke-8 semenjak Quantitative Easing Tapering selesai tahun 2015.
Dalam pengakuannya saat rapat FOMC, Fed mengonfirmasi tidak ada pergantian pada arah kebijakn ke depan. Mereka memproyeksikan akan meningkatkan suku bunga 1x lagi pada bulan Desember serta 3x pada tahun 2019, dan satu penambahan pada tahun 2020.
Bank sentra ini meniadakan kata akomodatif pada pengakuannya tentang arah kebijakan ke depan, tapi menyatakan tetap akan memiliki komitmen pada normalisasi keadaan moneter.
Beberapa aktor pasar menilainya jika Federal Reserve tidak lagi memandang kebijakannya itu akomodatif, bermakna mereka sudah mendekati akhir dari siklus pengetatan moneternya, atau mungkin dengan kata lainnya, Fed akan berhenti meningkatkan suku bunga.
Jerome Powell, juga mengatakan jika ia tidak memprediksi akan ada surprise kenaikan inflasi. Akan tetapi, beberapa peserta rapat FOMC tingkatkan proyeksi mereka tentang prospek perkembangan ekonomi AS tahun ini, hingga pengakuan FOMC dinilai bullish oleh beberapa aktor pasar yang lainnya.
Ditambah lagi, bank sentral-bank sentra negara maju yang lain masih tetap condong menjaga kebijakan moneter longgar serta belum meningkatkan suku bunga kurun waktu dekat.






