Beranda Analisa Forex Data Pengangguran AS Melonjak Asset Safe Heaven Dicari

Data Pengangguran AS Melonjak Asset Safe Heaven Dicari

630
0

Dolar AS naik sampai level paling tinggi 1 minggu di akhir perdagangan Kamis Jumat pagi WIB, sebab investor mengincar asset safe haven sesudah launching data pengangguran mingguan AS yang memperlihatkan rekor 22 juta orang Amerika sudah cari tunjangan pengangguran pada bulan kemarin.

Indeks dolar AS yang menghitung greenback pada enam mata uang lawannya, kuat 0, 45 % jadi 100, 08, paling tinggi 1 minggu, sesudah hentikan pengurangan berturut-turut empat hari, satu hari awalnya sebab peningkatan pasar ekuitas meleset.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 1, 370 juta jadi 5, 245 juta yang sesuai dengan cara musiman untuk minggu yang usai 11 April, kata pemerintah.

Rekor mengajukan pengangguran menggarisbawahi penurunan ekonomi makin dalam yang dikarenakan oleh epidemi virus corona.

Data klaim tunjangan pengangguran itu mengejar angka mengagetkan lebih dari enam juta dalam dua minggu awalnya.

Jadikan keseluruhan empat minggu bertambah lebih dari 20 juta ditengah-tengah guncangan COVID-19, Biro Statistik Tenaga Kerja AS memberikan laporan pada Kamis 16/4/2020.

Data ritel serta pabrik AS yang benar-benar jelek serta pengurangan harga minyak ke tempat paling rendah 18 tahun pada Rabu 15/4/2020 menguatkan dolar keseluruhannya.

Beberapa ekonom meramalkan ekonomi, yang mereka yakini telah dalam krisis, kontraksi pada kuartal pertama dengan kecepatan paling tajam semenjak Perang Dunia Ke-2.

Sesaat stabilisasi harga minyak menolong meredam peningkatan dolar, potensial data muram.

Dolar sudah memiliki nasib lebih bagus minggu ini sebab catatan data yang lemah memperlihatkan jalan yang lebih lama serta lebih tidak tentu untuk pemulihan.

Pandangan yang lebih muram itu menghidupkan kembali lagi hasrat untuk beberapa aset aman,  kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.

Greenback sudah naik dengan cara luas sepanjang kritis sebab investor berebutan untuk berlindung di mata uang cadangan dunia.

Walau turun dari paling tinggi akhir Maret semenjak Federal Reserve AS keluarkan rangkaian beberapa langkah untuk memberikan dukungan perekonomian.

Dalam periode pendek, dolar diprediksikan tetap kuat sebab statusnya untuk safe-haven serta sebab kondisi ekonomi global tidak menentu,  kata Andrew Wilson, ketua penghasilan rutin global di Goldman Sachs Asset Management.

Kami memprediksi dolar bekerja jelek dalam periode menengah sebab ekonomi mulai sembuh.

Presiden AS Donald Trump akan memberitahukan dasar pembukaan kembali lagi perekonomian negara itu pada pertemuan wartawan Kamis 16/4/2020 waktu ditempat.

Euro meneruskan pengurangannya pada dolar, melemah 0, 72 % pada 1, 083 dolar, saat persetujuan 1/2 triliun euro diraih di antara pemerintah zone euro pekan kemarin untuk memberikan dukungan beberapa negara menangani epidemi virus corona yang dengan cara luas dilihat untuk masih kurang, khususnya untuk yang penuh hutang seperti Italia.

Yen melemah 0, 25 % pada dolar, sebab Jepang perpanjang kondisi genting di luar beberapa kota besar ke semua negara.

Dolar naik pada mata uang yang dipandang taruhan lebih beresiko, meningkat tipis pada pound Inggris dan dolar Australia serta Selandia Baru.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses