
Semakin meluasnya wabah virus Corona COVID-19 dan mengancam perekonomian dari berbagai negara, bahkan sudah termasuk Amerika Serikat.
Menanggapi berbagai serangan dar virus tersebut, bank sentral AS Federal Reserve secara cepat mengumumkan penguranga suku bunga darurat sebesar 50 basis poin tersebut pagi 4/3.
Pasar keuangan yang sudah semakin stabil menyusul pengumuman tersebut. DXY yang menghentikan kemerosotannya dan dalam perdagangan bergerak menguat kurang lebih mencapai posisi 97.30-an.
Dengan pengurangan terakhir, FederaL Funds Rate FFR sekarang berada dalam rentang 1.00-1.25 %.
Para ekonom berharap The Fed akan melakukan pengurangan lagi pada beberapa bulan ke depan, karena pernyataan yang sama dovish menyertai pengumuman yang sudah dirilis.
Saya dan para kolega mengambil langkah ini untuk membantu perekonomian AS tetap kuat menghadapi risiko baru terhadap outlook ekonomi, tegas Jerome Powell.
Perluasan virus Corona telah membawa tantangan dan risiko baru. Virus telah memengaruhi sejumlah komunitas diberbagai dunia, dan rasa duka kami menyertai mereka yang sudah terdampak.
Wabah juga telah mengganggu kegiatan ekonomi di berbagai negara dan memicu pergerakan signifikan di pasar keuangan.
Virus dan langkah yang diambil untuk membendungnya, tentu akan membebani aktivitas ekonomi, baik di sini maupun pada luar negeri, selama beberapa ketika.
Keputusan The Fed buat mengurangi suku bunga ini diumumkan di luar jadwal kedap biasa. Akan tetapi, keputusan sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.
Karena pelaku pasar telah memprediksi akan terjadinya pengurangan pada rapat rutin dua pekan ke depan, sebagai akibatnya tidak mengakibatkan gejolak besar.
Selain itu, permintaan risiko pasar cenderung ke moderasi lantaran perkembangan yang belum menentu, sebagai akibatnya sejumlah trader malah semakin berhati-hati.
Fed umumnya mengambil langkah sinkron harapan dengan pengurangan suku bunga secara tiba-tiba sebesar 50 basis poin yang akan berlangsung hari ini.
Dolar dalam perdagangan sebelumnya bergerak menurun pada pasar keuangan, menggunakan FX ber-yield besar menampakan kinerja yang semakin kuat.
Namun, kondisi ekuitas yang sangat nir menentu menyebabkan volatilitas permanen tinggi, dan nampaknya terlalu dini buat meloncat balik ke strategi carry trade, tegas Chris Turner menurut ING Bank.
dilanjutkan, Tim kami lebih berhati-hati menanggapo aset-aset berisiko dan meyakini The Fed akan diperingatkan untuk bertindak lagi dalam kuartal ke depan.
Kami memprediksi EUR/USD berkecimpung ke 1.15 dan USD/JPY ke 105 pada beberapa bulan ke depan, menggunakan volatilitas tetap tinggi.





