Dalam perdagangan hari ini mata uang Dolar New Zealand sedang mengalami reli selama dua hari secara berturut-turut waktu Sydney, sesudah Amerika Serikat yang menunjukkan pasar ketenagakerjaan semakin melemah dari pada target prediksi, bahkan bersamaan dengan sejumlah pelemahan yang dihadapi Dolar AS selama dua hari ini.
kondisi tersebut mengindikasikan terjadi hubungan yang kurang baik terhadap indeks Dolar AS serta kemelut yang terjadi saat ini yakni perang dagang.
Kejadian tersebut kian hari semakin memanas dan bahkan perselisihan dagang kedua nengara besar itu juga akan memberikan efek terhadap Dolar AS yang akan terus begerkan menguat, namun berdampak terhadap pasar ekuitas yang semakin terjerumus.
Situasi yang seperti ini pihak China langsung mengambil langkah, sesuai dari pidato presiden China Xi Jinping pada saat lounching Boao, pidato tersebut menurut berbagai analis pasar akan membawa kondisi yang lebih baik, hal itu disebabkan suport untuk globalisasi dan dibukanya pasar yang ada di China.
Terbukti dengan langkah tersebut semakin terbukanya peluang untuk China dan melemahkan kekuatan dolar AS. Naiknya intraday pasangan NZD/USD mensuport dua mata uang tersebut kelevel lebih tinggi Descending Price Channel, serta ACY menilainya peluang akan bertambah selanjutnya menuju resisten yang akan menuju angka 0. 7436.
Kondisi tersebut sebagai salah satu hasil yang tinggi tanggal 16 Februari kemarin. Akan tetapi, andai saja hal tersebut tidak berlangsung dan dua mata uang NZD/USD melemah, sebagai angka suport dari datas Chanel dan sebagai dukungan untuk menghindar pelemahan yang akan semakin jauh.






