Dalam memulai minggu sesi perdagangan yang baru minggu lalu di $1,833, harga emas ternyata sempat turun ke bawah area $1,800 karena terjadi rally harga saham utama di bursa saham Wall Street. Namun nilai emas berhasil bangkit kembali ke atas $1,800 karena melemahnya mata uang Dolar AS.
Nilai dari emas sendiri terhenti di sekitar area $1,800 per ons dengan pasar mulai memperhitungkan dalam harga potensi kenaikan tingkat suku bunga sebanyak 50 basis poin pada bulan Maret yang akan datang . Fokus pada minggu ini adalah angka-angka tingkat inflasi terbaru Amerika Serikat.
Badai terbesar bagi komoditas emas
Bagi emas sendiri , badai terbesar adalah bagaimana pihak the Fed naninya akan berurusan dengan sejumlah kebijakan pengetatannya, seberapa tingkat agresif. Dengan sekelompok laporan tingkat inflasi yang lebih kuat sebelum pertemuan pihak FOMC yang diadakan pada bulan Maret nani kemungkinan paling besar adalah kenaikan tingkat suku bunga yang pertama kalinya adalah sebesar 0.5 persen.
Kabar baiknya bagi nilai emas adalah masih banyak pembeli di bawah level $1,800. Meskipun demikian, beberapa keadaan tak terduga bisa saja berubah.
Minggu ini pergerakan dari harga emas sendiri kemungkinan akan mengalami “sideways”. Kemungkinan akan sedikit lebih banyak sejumlah arus masuk ke dalam emas hanya karena adanya resiko konflik geopolitik yang signifikan dan tekanan inflasi. Cryptocurrency seperti Bitcoin bisa saja juga mulai berkompetisi dengan komoditas emas lagi sebagai institusi keuangan yang akan mengambil andil untuk bagian pembelian dari emas.
Pihak BoE juga melangkah masuk melawan tingkat inflasi yang selama 3 dekade tingginya di Inggris, dengan menjadi negara pertama yang menurunkan tingkat suku bunganya sejak tahun 2004 lalu, menaikkan tingkat bunganya menjadi sebesar 0.5%.
Banyaknya pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan oleh pihak bank-bank sentral dari negara-negara utama dunia akan membuat kesulitan bagi sejumlah kenaikan nilai emas.
Dari data tentang ekonomi, minggu ini semua mata tertuju kepada angka tingkat inflasi terbaru di AS yang rencananya akan dikeluarkan pada hari Kamis nanti. Konsensus pasar sendiri memperkirakan angka umum sebesar 7.3% pertahun untuk bulan Januari.
Kenaikan sebanyak 50 basis poin (bsp) pastinya akan bisa memukul nilai harga emas. Yields Obligasi sendiri sedang bergerak naik saat ini. Namun meskipun demikian nilai dari komoditas emas masih bisa bertahan di atas area $1,800. Hal ini cukup memberikan semangat.






