Beranda Analisa Forex Bergemanya Tensi FED Cut

Bergemanya Tensi FED Cut

497
0

Jumah korban virus corona di China saat ini terus bertambah. Akan tetapi, peningkatan jumlah infeksi baru di Korea Selatan, Italia, dan Iran dalam akhir pekan telah menimbulkan kepanikan dan hal ini sempat menngkatkan harga emas ke posisi harga tertinggi dalam 11 tahun.

Lebih berdasarkan selusin kota di Korea Selatan dan Italia terpaksa di-lockdown demi membendung penyebaran wabah, menyusul China yang telah melakukan hal serupa terhadap kota-kota lebih kurang Wuhan semenjak Januari.

Jumlah total perkara COVID-19 sedunia waktu ini telah melampui 80,000 orang, atau 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan SARS 20/02/2003.

Kepanikan mengakibatkan ambruknya sejumlah aset-aset berisiko lebih tinggi misalnya saham-saham Wall Street.

Sebaliknya, banyak investor mengincar obligasi AS yang dikenal sebagai galat satu safe haven paling top. Alhasil, yield obligasi AS ambruk.

Hal ini mengakibatkan pelaku pasar terpaksa menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, sekaligus mendorong kenaikan ekspektasi pemangkasannya.

Ata Fed Funds Futures memperlihatkan bahwa pasar sekarang memperhitungkan pemangkasan suku bunga Fed lagi dalam bulan Juni, dan setidaknya pemangkasan 50 basis poin per akhir tahun 2020. Aksi beli Dolar AS pun terhenti.

Ini relatif dramatis, kata Rodrigo Catril, ahli forex senior NAB, sebagaimana dilansir sang Reuters, Kita bukan hanya melihat penghitungan ulang ekspektasi Fed, tetapi penghitungan yang lebih besar lantaran Fed merupakan satu-satunya yang benar-benar bisa bertindak signifikan dalam menggerakkan tingkat bunga.

Secara normal wacana warta pemangkasan suku bunga suatu negara akan menurunkan mata uang tersebut terhadap mata uang primer lainnya. Dalam artikel ini yang dimaksud merupakan US Dollar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses