Sudah sering terjadi dipameri trading sistem, beragam jenis sinyal teknikal, termasuk juga custom indicator yang diklaim ” menjadi referensi terbaik”.
Awalannya saya senantiasa menginginkan tahu serta coba mengerti semua jenis trading sistem maupun sinyal yang disebut terbaik itu.
Akan tetapi, sudah lama coba mengerti beragam jenis sinyal, atau terlebih coba mengutak-atik untuk buat custom indicator sendiri, saya fikir terlebih lumayan menggunakan saat juga deh.

berbagai referensi yang muncul berbagai sinyal dan terus untuk mencoba beragam trading sistem, pada akhirnya terlebih saya balik sekali lagi gunakan naked chart dengan kata lain candlestick doang.
Melihat hal itu, jika dipikir-pikir, kok penampilan chart saya terlebih sama juga dengan di bulan awal saya kenal trading yaa? Trus, apa akhirnya ketika kita bersusah payah, terkadang sampai dibela-belain lembur sampai awal hari buat belajar beragam jenis sinyal?
Jika ingin membela diri , saya juga akan jawab ” Ya tentu ada bedanya lah. Dahulu tidak pakai sinyal kajang tidak memahami. Saat ini tidak gunakan sinyal kajang telah eneg. ” Jadi baiknya bagaimana nih? Apa sekalian tidak usah memahami satupun sinyal? Wehh, ya jangan sampai, nanti kita dituduh trading berdasar pada untung-untungan dengan kata lain judi.
Berapakah Jumlah Sinyal Yang Baiknya dimengerti?
Memahami sebagian sinyal teknikal, menurut saya akan tetap membutuhkan. Paling tidak tidak kuper-kuper ketika anda mengigninkan untuk bicara bersama trader. Belajar dari sejumlah pengalaman itu, tentunya saya hanya menyarankan buat rekan-rekan yang tetap dalam berbagai tahap ketika ingin mendalami belajar trading, baiknya tidak harus terlalu terpancang untuk mencoba mengerti berbagai banyak sinyal.
Anda sebaiknya memahami satu atau dua sinyal (atau satu ramuan sinyal), tapi upayakan anda memahami benar tingkah laku sinyal itu. Ketahui bener-bener perilakunya, kapan saat dia memberikan sinyal yang jelas benderang, adan harus memahami pada saat muncul false signal. Yah, dari pada tahu banyak sinyal tapi tidak memahami perilakunya, nanti terlebih banyak kejebak false signal secara berkeanjangan .
Mungkinkah Bisa Dengan Hanya Mencoba?

Coba-coba bermacam jenis trading sistem? Boleh-boleh saja , tapi ingat, baiknya janganlah sangat asik ganti-ganti trading sistem. Bila telah berjumpa trading sistem atau sebatas sinyal yang dirasa cocok…ya sudahlah, gunakan saja dahulu. Belajar teori mengenai trading, termasuk juga berbagai sinyal jelas diperlukan. Tapi saya anjurkan tidak usah terlalu banyak terjebak pada di teori saja.
Lantas bagaimana cara yang baik untuk belajar trading yang lebih cocok? Menurut saya, yang anda butuhkan ialah sejumlah masukan terkait belajar trading yang cocok yaitu : ” baca, tekuni, lakukan, rasakan serta cocokkan “. Sangat banyak baca teori tanpa ada praktik hanya buat eneg doang. Segera nyemplung praktik dengan kata lain trading tentunya dengan dasar nekad tanpa ada belajar teori juga buat kita relatif jadi gambler.
Lain Trader Yang Banyak Teori Serta Serius Trading
Dari sejumlah teman trader yang saya kenal, tidak jauh beda apa yang telah dijelaskan terkait cara bertrading, trader yang sangat hoby ngoprek sinyal atau EA umumnya yang memang trading cuma untuk hoby.
Deposit di broker forex, umumnya tidak juga akan banyak-banyak. Jadi jika jadikan eksperimen serta selesai dengan Margin Call (MC) juga tidak akan terlalu menyesal, nah yang terjadi pasti nyengir doang. Kebanyakan mereka menggunakan saat bukan sekedar untuk trading. Akan tetapi juga untuk eksperimen beragam custom indicator, Expert Advisor (EA), ataupun trading sistem.
Nah, lain dengan sejumlah teman trader yang trading dengan menggunakan investasi (deposit) tentunya dengan jumlah lumayan besar. Sudah bisa dipastikan mereka umumnya tidak terlalu banyak melakukan eksperimen dengan beberapa macam trading sistem.
Jika sudah memiliki strategi yang pas dengan satu cara, system, atau sinyal sudah bisa dipastikan mereka juga akan relatif terus menggunakan strategi tersebut. Mereka menggunakan pada saat trading ” beneran “, bukan hanya eksperimen system.






