Beranda Analisa Forex Aussie Menunggu Laporan Data Tenaga Kerja

Aussie Menunggu Laporan Data Tenaga Kerja

520
0

Dalam perdagangan hari selasa kemarin, Apple memberikan peringatan bahwa target penjualan memasuki kuartal pertamanya diprediksi akan gagal terwujud.

Pasalnya, imbas wabah virus Corona COVID-19 telah Mengganggu suplai iPhone global sekaligus menurunkan jumlah permintaan terhadap produk Apple di China.

Setelah memberikan pernyataan resmi Apple tersebut sontak mengirim sinyal pertanda bahaya ke semua Wall Street, yang diikuti dengan aksi jual pada aset-aset yang memiliki resiko lebih tinggi. Dolar Australia & tetangganya, Dolar New Zealand, sama-sama terjatuh pada situasi tadi.

Posisinya untuk saat ini mulai stabil pada perdagangan Rabu kemarin, menyusul launching data gaji karyawan Australia yang menerangkan pertumbuhan selaras dengan ekspektasi. Akan tetapi, pergerakan selanjutnya akan dipastikan oleh perkembangan wabah COVID-19 dan rilis laporan data tenaga kerja Australia yang akan berlangsung pagi ini.

Data tenaga kerja Australia itu sanggup memberitahu apakah kekhawatiran RBA buat menurunkan suku bunga di tengah majemuk ancaman menurunnya outlook ketika ini benar-benar beralasan, kata Petr Krpata menurut ING Bank.

Gubernur Lowe menyatakan kemajuan di pasar tenaga kerja menjadi faktor kunci pada pertimbangan kebijakan RBA, sehingga semakin tingginya pengangguran dapat mengganti ekspektasi buat penurunan  suku bunga yang lebih cepat dibanding perhitungan pasar sekarang.

Pemangkasan suku bunga bank sentral diklaim mengakibatkan menurunnya nilai tukar mata uang , sedangkan untuk kenaikan suku bunga bisa mendorong penguatan nilai tukar. Selain itu, kurs Dolar Australia bisa saja dipengaruhi oleh syarat ekonomi China dan harga komoditas bijih besi yang sekarang sama-sama indolen gegara wabah virus Corona.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses