Kamis 23/Januari, Departemen Statistik Australia mempublikasikan data Employment Change yang makin bertambah sekitar 28.9k pada bulan Desember, melalui harapan kenaikan 10k dari jajak opini Reuters.
Tetapi, perkembangan ketenagakerjaan kesempatan ini masih ada dibawah perolehan era sebelumnya yang sebesar 38.5k.
Lebih terinci, sejumlah besar kenaikan jumlahnya pekerjaan Australia sepanjang bulan Desember disumbang oleh kelompok pekerjaan seseparuh sesi Part Time Employment yang makin bertambah sekitar 29.3k.
Di lain faksi, pekerjaan Full Time tertera turun sekitar 0.3k, turun dari angka bulan awalnya yang cuma tumbuh 3.3k. Dalam periode yang sama, tingkat pengangguran Australia turun 0.1 % jadi 5.1 %.
Angka ini masih lebih baik daripada forecast ekonom yang meramalkan tingkat pengangguran masih ada di posisi 5.2 %. Selain itu, tingkat keterlibatan angkatan kerja konstan di posisi 66 %.
Walau tingkat pengangguran alami penurunan, beberapa analis memiliki pendapat bila perekonomian Australia belum seutuhnya aman. Ini sebab tingkat pengangguran masih ada di atas 5 %. Tetapi minimal,
AUD/USD Naik, Bersamaan Laporan Ketenagakerjaan Australia
Pasangan AUD/USD kuat lebih dari 0.4 % sampai cetak rekor paling tinggi 0.6878 dalam perdagangan 23/1.
Masalahnya data ketenagakerjaan Australia memperlihatkan kapasitas lebih baik dibandingkan harapan pasar, hingga memudarkan potensial pemotongan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia RBA dalam tempo dekat.
Australian Bureau of Statistics ABS memberikan laporan jika data ketenagakerjaan makin bertambah 28.9k dari bulan November ke Desember. Walau sebenarnya, konsensus ekonomi cuma memprediksi kenaikan 10k.
Kapasitas yang sempurna ini menggerakkan tingkat pengangguran Australia turun dari 5.2 % jadi 5.1 %. Dengan begitu, RBA tidak mempunyai fakta mencukupi untuk memotong suku bunga.
Tingkat trend penciptaan kerja memang sudah cukup termoderasi, tapi butuh alami penurunan lebih jauh untuk menjustifikasi suku bunga lebih rendah, kata Adam Cole dari RBC Capital Markets.
Data ketenagakerjaan ini membuat kita kesusahan memprediksi pelonggaran kebijaksanaan RBA pada Februari.
Meskipun ada hantaman periode pendek dari kebakaran rimba serta peluang desakan penurunan dalam harapan perkembangan periode pendek karena kekurangan berbelanja customer yang terlihat pada data GDP Kuartal III.
Sesuai dengan itu, kami tidak memprediksi pemotongan suku bunga Februari, tutur Catherine Birch, seorang ekonom senior di ANZ.
Mengejar launching data ketenagakerjaan ini, kemungkinan pemotongan suku bunga RBA untuk bulan Februasi terlihat turun dari 55 % jadi cuma 23 %.
Tidak pelak, Aussie kuat pada bermacam mata uang mayor lain. Namun, beberapa analis memandang RBA bisa saja tetap lakukan pemotongan satu waktu dalam tahun 2020.






