Pasangan Mata Uang AUD/USD berputar baim arah harga dari puncak mingguan yang berhasil ditembus menuju ke harga 0,7200 selama awal sesi Asia pada hari Kamis ini, setelah membantu mendukung imbal hasil Treasury Amerika Serikat yang lebih lemah pada hari sebelumnya.
Penarikan arah pasangan Aussie ini bisa dikaitkan dengan konferensi pers Presiden USA, Joe Biden, karena pemimpin USA tersebut memberi sinyal kuat terhadap kenaikan suku bunga Fed yang memang sudah direncanakan sebelumnya, pergolakan Tiongkok-Amerika, dan juga konflik geopolitik.
Data Pekerjaan Aussie dan sentimen negatif lainnya
Tekanan lain yang mendorong AUD/USD ini turun adal sentimen negatif seperti menjelangnya perkara data pekerjaan Aussie untuk bulan Desember. Selain itu, ada juga ekspektasi inflasi tinggi untuk bulan januari serta pengumuman suku bunga yang nantinya diumumkan oleh People’s Bank of China atau PBOC.
Meskipun Joe Biden memberi perhatian penuh terhadap Kepala Negosiator Perdagangan Katherine Tai untuk berusaha menenangkan pergolakan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika, Ia juga selalu menyebutkan bahwa Amerika Serikat belum ada kemungkinan tentang pelonggaran tarif untuk barang-barang di China. Biden pula mengatakan bahwa China sangat tidak memenuhi komitmen pada pembeliannya.
Lebih lanjutnya, komentar dukungan dorongan dari seorang Ketua Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, untuk mengkalibrasi ulang sebuah dukungan juga ikut meningkatkan kekhawatiran atas kenaikan suku bunga ini yang notabene lebih cepat dan menormalisasi neraca perdagangan. Yang pada gilirannya nanti memberi tekanan menurun tambahan pada harga pasangan mata uang AUD/USD ini.
Seringkali juga, Presiden AS Joe Biden juga secara langsung turut memberi peringatan kepada Rusia untuk tidak membuat rencana penyerangan kepada Negara Ukraina dan apabila Rusi tetap melakukannya, Biden mangatakan bahwa mereka akan kehilangan akses penuh ke dolar AS.
Ini jelas merupakan tantangan terhadap sentimen pasar jika kita melihat hal-hal diatas, yaitu pergejolakan perdagangan antara AMerika dan Tiongkok serta tanggapan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kepada Rusia agar tidak melakukan rencana penyerangan ke Ukraina yang berakibatkan nantinya Rusia kehilangan akses penuh ke dolar AS. Resikonya, AUD/USD menjelang data pekerjaan Aussie berkemungkinan untuk tidak dapat diselamatkan dan memangkan tingkat kenaikan pada hari sebelumnya, yang pertama dalam seminggu.
Nasib pasangan Aussie ini, AUD/USD, akan terus bergantung kedepannya pada ekspektasi inflasi bulanan dan laporan pekerjaan, serta yang terakhir adalah suku bunga yang akan diumumkan People’s Bank of China atau PBOC nantinya.






