Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental AUD/USD Melemah Bersamaan Laporan Produksi Industri China

AUD/USD Melemah Bersamaan Laporan Produksi Industri China

683
0

Pasangan AUD/USD turun seputar 0.48 % ke rata-rata 0.7060 mendekati pembukaan session Eropa hari Kamis ini 14/3. Dolar Australia pun melemah seputar 0.17 % pada rata-rata 1.032 pada Dolar New Zealand.

 

Pelemahan Aussie terkait dengan data produksi industri China yang tumbuh lebih lamban dibanding harapan awal. Menurut Biro Statistik Nasional China, produksi industri cuma tumbuh 5.3 % YoY pada bulan Februari 2019 meleset dari harapan 5.5 % serta jauh dibawah capaian perkembangan 5.7 % pada periode Januari 2019.

 

Data ini ikut mengonfirmasi kecemasan pasar tentang perlambatan ekonomi di negeri ekonomi paling besar ke-2 dunia itu.

 

Dalam satu hasil penelitian paling baru yang diterbitkan oleh Capital Economics, Dolar Australia serta Dolar New Zealand dikatakan sebagai dua mata uang yang sangat rawan di pengaruhi oleh perlambatan ekonomi China.

 

China adalah partner dagang penting kedua-duanya, hingga prediksi penurunan keinginan akan komoditas export Australia serta New Zealand ikut jadi memperburuk outlook ekonomi semasing negara.

 

Dengan spesial, jatuhnya pesanan bijih besi dari China akan berefek besar pada Australia yang notabene adalah exportir bijih besi paling besar dalam dunia.

 

Kami mengekspektasikan kejatuhan semakin besar akan berlangsung pada Dolar New Zealand serta Dolar Australia. Perihal ini sebab eksposur mereka pada perekonomian China, yang kami prediksikan selalu melambat.

 

Dalam Soal Dolar Australia karena oleh ketergantungannya pada export bijih besi serta batu bara, yang menurut kami akan termasuk juga dalam deretan komoditas bekerja terburuk tahun ini, tutur Capital Economics.

 

Instansi penelitian terpenting ini memprediksi jika pelemahan Aussie serta Kiwi selalu bersambung selama bekas tahun 2019.

 

Sambungnya kembali, Kesepakatan perdagangan pada China serta Amerika Serikat dapat mengangkat Dolar New Zealand serta Australia namun, kami duga reli selanjutnya akan berusia pendek serta selalu dibayang-bayangi oleh perlambatan ekonomi di China.

 

Tidak hanya Aussie serta Kiwi, mereka pun mensinyalir jika perlambatan ekonomi China pasti akan mendesak beberapa mata uang lainnya dalam taraf lebih kecil.

 

Salah satunya Dolar Kanada, Ringgit Malaysia, Rupiah Indonesia, Rubel Rusia, serta Dolar Singapura dan mata uang-mata uang asal negara berbasi export yang lain.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses