Dolar Australia menurun melawan Dolar AS sesudah data inflasi customer CPI Australia launching pagi barusan. Desakan inflasi Australia dinilai masih tetap lemah, hingga semakin pastikan harapan jika Reserve Bank of Australia RBA akan menjaga suku bunga rendah untuk periode panjang.
CPI Australia Menurun
Di hari Rabu 25/Juli, biro statistik ABS melaunching data CPI Headline Australia yang tumbuh 0. 4 % dalam kuartal ke-2 tahun ini, lebih rendah dibanding harapan perkembangan 0. 5 %.
Angka itu tidak alami pertukaran dibanding dengan kuartal sebelumnya. Dengan cara year-on-year, perkembangan inflasi Australia cuma naik sampai 2. 1 %, meleset dari eskpektasi pasar 2. 2 %, tapi tambah tinggi dari periode sebelumnya.
Inflasi adalah data terpenting yang akan dipakai oleh bank sentra untuk mengatur suku bunga. Lemahnya data inflasi Australia yang launching hari ini membuat beberapa aktor pasar memupus harapan Rate Hike RBA kurun waktu dekat
Mengakibatkan, Yield Obligasi Australia menurun serta AUD juga melemah. Diluar itu, pasar akan memperhitungkan data Perkembangan Upah Wage Growth bulan kedepan, yang pasti akan dipengaruhi juga oleh data inflasi hari ini.
AUD/USD menurun sampai 0. 3 % serta diperdagangan pada posisi 0. 7395, dari 0. 7450 sebelum data inflasi Australia launching. AUD/NZD juga melemah mencolok serta diperdagangan anjlok dari posisi 1. 0936 ke 1. 0887.
RBA Pikirkan Akibat Perang Dagang
Tidak hanya penurunan inflasi, RBA diprediksikan akan memperhitungkan akibat perang dagang AS-China. Menjadi negara yang menggantungkan ekspornya ke China, Australia mesti jeli dalam membuat kebijakan.
Karena, jika gejolak perdagangan memberi akibat negatif buat perkembangan ekonomi China, jadi dengan cara tidak secara langsung RBA memang perlu sesuaikan gagasan kenaikan suku bunganya. Dalam keadaan suku bunga rendah, Dolar Australia akan condong melemah.






