Beranda Analisa Forex AUD Menurun Bersamaan Launching NAB

AUD Menurun Bersamaan Launching NAB

570
0

Pasangan AUD/USD mencatat pelemahan harian seputar 0.2 % pada rata-rata 0.6748 pada pertengahan session Eropa 28/1.

Arus bearish mendesak Dolar Aussie, sebab wabah virus Corona asal China sudah menghidupkan kecemasan massal pada potensial perkembangan ekonomi global.

Di lain sisi, data sentimen usaha Australia mencatat penurunan relevan ke ruang negatif di akhir tahun kemarin.

Pada session Asia, NAB memberikan laporan jika sentimen usaha Australia jatuh dari 0 jadi -2 dalam hasil survey kepercayaan usaha bulan Desember 2019.

Berita ini semakin tingkatkan desakan pada Aussie yang sedang dirundung tindakan jual karena dampak wabah virus Corona 2019-nCoV.

Beberapa saham perusahaan Australia yang terkait erat dengan perekonomian China roboh dalam perdagangan barusan pagi.

Masalahnya investor cemas penurunan pariwisata China akan makin jadi memperburuk outlook ekononomi Australia yang telah dibebani oleh efek ekonomi masif dari kebakaran rimba sepanjang beberapa bulan.

Indeks ASX200 roboh turun sampai 1.6 %, mengejar jatuhnya bursa AS pada session New York karena rumor yang sama.

Outlook AUD terkait erat dengan perekonomian China, sebab 26 % export Australia diperuntukkan ke negeri Panda. Bidang pariwisata adalah salah satunya komoditi yang paling laku di jual Australia.

Seputar 1.5 juta wisatawan China hadir ke Australia tiap tahun. Beberapa wisatawan itu manfaatkan maskapai penerbangan Australia, bertaruh di kasino-kasino Australia, serta beli cenderamata di beberapa toko lapangan terbang Australia.

Beberapa laporan mengestimasikan efek kerugian buat perekonomian China dapat sampai USD2.3 Miliar. Tetapi, perkiraan ini juga masih dibayang-bayangi ketidakpastian yang besar sekali.

Kita tidak memiliki cukup info, kata ekonom Warwick McKibbin, sebagamana dikutip oleh The Guardian. Menurut dia, efek pada ekonomi akan bergantung pada bagaimana pemerintah menyikapi kritis ini.

McKibbin memiliki pengalaman membuat analisa sekitar efek wabah flu Asia. Awalnya, dia memprediksi pandemi seperti wabah flu Hong Kong 1968 yang tewaskan seputar 1 juta orang mempunyai potensi menyusutkan 0.8 % GDP Australia, terutamanya di bidang layanan.

Berkaitan wabah SARS 2003 yang tewaskan 800 orang, dia mengestimasikan penurunan GDP Australia sekitar 0.07 %. Jadi perbandingan, korban virus Corona sekarang baru 106 orang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses