Harga emas berjangka perpanjang pengurangannya untuk hari ke-3 beruntun di akhir perdagangan Jumat Sabtu pagi WIB.
Sesudah dasar baru dari Presiden Donald Trump untuk kembali membuka ekonomi Amerika Serikat dari penguncian virus corona menggerakkan investor ke arah beberapa aset beresiko.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh 32, 9 dolar AS atau 1, 9 %, jadi ditutup pada 1.698, 8 dolar AS per ounce.
Emas berjangka melemah 8, 5 dolar AS atau 0, 49 % jadi 1731, 7 dolar AS per ounce pada Kamis 16/4, sesudah turun 28, 7 dolar AS atau 1, 62 % jadi 1.740, 2 satu hari awalnya.
Analis yakin daya tarik safe haven emas menyusut sebab banyak investor mulai yakin ekonomi dunia akan dibuka kembali lagi dalam beberapa minggu, bukan beberapa bulan saat dunia sembuh dari epidemi virus corona.
Ini memberikan suport pada ekuitas AS serta mendesak emas. Emas serta saham berkorelasi negatif ini hari dengan reli ekuitas mendesak emas. Dasar dari Trump untuk kembali membuka perekonomian sudah menggerakkan pasar ekuitas, kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam fundamen serta logam mulia di BMO, seperti diambil oleh Reuters.
Bila saham dapat perpanjang kenaikannya, itu dapat menyebabkan bertambah banyak tindakan mengambil untung dalam emas, imbuhnya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 438, 05 point atau 1, 86 %, ke level 23.975, 73 pada jam 18.00 GMT, menahan emas.
Tetapi, pengurangan emas lebih jauh ketahan saat indeks dolar AS, yang menghitung greenback pada enam mata uang penting yang lain turun 0, 38 point atau 0, 38 %, ke level 99, 65 pada jam 17.50 GMT.
Hasrat efek naik, tapi kemungkinan terlalu berlebih sebab kerusakan permanen pada perekonomian akan lihat customer AS yang terpukul, kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.
Dalam satu catatan. Emas tetap dibantu oleh muatan rangsangan moneter serta fiskal yang akan diresmikan untuk waktu akan datang.






